PKM Center Sosialisasikan Program Holistik Bagi Aktivis Mahasiswa

SHARE:  

Humas Unimal
Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Center Universiitas Malikussaleh melakukan sosialisasi Program Holistik Pengembangan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2020 secara online. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Center Universitas Malikussaleh melakukan sosialisasi Program Holistik Pengembangan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2020. Program tersebut mendukung pengembangan soft skills mahasiswa dalam menerapkan kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka.

Ketua PKM Center Unimal, Dr M Sayuti mengatakan aktivis mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan PHP2D. Indikasi itu terlihat dari banyaknya peserta sosialisasi yang berlangsung secara online, baru-baru ini. Jumlah peserta hampir mencapai seratus orang dari berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Universitas Malikussaleh.

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr Baidhawi, mengatakan PHP2D merupakan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Mahasiswa pelaksana PHP2D ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Di sisi lain, tambah Baidhawi, masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata.

“Atau bisa mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat sehingga dapat mewujudkan ketahanan nasional,” papar Baidhawi dalam sambutannya.

Sehubungan dengan itu, Rektor Unimal, Dr Herman Fithra mengimbau mahasiswa khususnya para aktivis kampus dapat mengambil kesempatan untuk terjun membangun desa, khususnya desa di lingkaran Kampus Unimal, melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

“Mahasiswa merupakan luaran dari sistem pendidikan nasional yang akan menjadi penggerak bangsa di masa depan.  Salah satu indikator kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari kualitas mahasiswanya saat ini,” kata Rektor Unimal.

Ditambah Herman, mahasiswa yang berkualitas memiliki multi kecerdasan, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.  Oleh karena itu, proses pembelajaran perguruan tinggi harus mampu mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa serta mampu membangkitkan, menumbuhkan, dan mengembangkan berbagai dimensi kecerdasan tersebut.

Soft skills mahasiswa dapat dikembangkan melalui berbagai program, salah satunya melalui pembinaan dan pemberdayaan masyarakat,” tandas Herman.

Forum webinar PHP2D 2020 tersebut menghadirkan pemateri utama Dr Mariyudi yang menyampaikan materi tentang “Kiat Menembus Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D)” dengan menitikberatkan pada sistematika proposal sesuai buku panduan yang disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Materi dibawakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu secara santai tetapi menarik sehingga mampu menghipnotis peserta sampai berakhirnya sesi diskusi.

Menurut M Sayuti, pengusul PHP2D adalah kelompok mahasiswa aktif program sarjana berbagai disiplin ilmu yang tergabung di dalam organisasi kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun Lembaga Eksekutif Mahasiswa dan disetujui oleh pimpinan  perguruan tinggi. 

“Proposal yang dianggap layak dan lulus seleksi tingkat nasional ini akan mendapat pendanaan dari Kementerian mencapai Rp40 juta, sehingga program ini sangat kompetitif dan bergengsi,” tandas Sayuti.

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menawarkan Program Holistik Pengembangan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2020 kepada berbagai bentuk organisasi mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Program Holistik Pengembangan dan Pemberdayaan Desa untuk mengembangkan soft skills mahasiswa dan menerapkan kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka dengan menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkontribusi dalam masyarakat desa. [ayi]


Berita Lainnya

Kirim Komentar