Mahasiswa KKN 31 Unimal Berikan Pelatihan Pembuatan Sabun dan Gantungan Kunci Kepada Masyarakat

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN kelompok 31 sedang mengajari masyarakat cara pembuatan Sabun dan Gantungan Kunci. Foto: Ist

UNIMALNEWS | Aceh Utara - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PPM) Tim 1 angkatan XXVI kelompok 31 melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan sabun dan memberikan pelatihan pembuatan gantungan Kunci kepada masyarakat Gampong Leubok Tuwe Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.

Mmahasiswi KKN dari jurusan Teknik Kimia  Evi Dahliani Sitanggang kepada Unimalnews, Rabu (11/9/2019) mengatakan pembuatan sabun tersebut sangat ramah lingkungan, hemat biaya dan manfaat lainnya yaitu memiliki keuntungan sebagai peluang bisnis, dalam pembuatannya bisa menghasilkan sampai 15-18 liter air.

Untuk bahan yang digunakan, menurutnya yang diperlukan diataranya Texapone sebanyak 1 kg, SLS (Sodium Lauric Sulfat) sebanyak 1/4 kg, Softener/pelembut sebanyak 1/4 kg 4. NaCl (garam) sebanyak 1 kg, Ekstrak jeruk nipis sebanyak 8 ml dan pewarna hijau secukupnya.

Adapun cara pembuatannya adalah:
1. Texapone sebanyak 1 kg dituangkan ke ember dan ditambah dengan 3 liter air
2. Kemudian dilakukan penambahan NaCl (garam) sedikit demi sedikit kedalam ember.
3. Kemudian ditambahkan SLS (Sodium lauric sulfat) 1/4 kg ditambah 2 liter air dan dilakukan pengadukan sampai larutan keduanya tercampur dalam air.
4.  Dan terakhir dilakukan penambahan air sebanyak 10 liter air kemudian dilakukan penambahan softener/pelembut, ektrak jeruk nipis dan pewarna.
5. Selanjutnya semua larutan diaduk rata dan jika masih dalam keadaan larutan masih cair ditambahkan nacl (garam).
6. Sabun siap digunakan.

"Texapone adalah bahan kimia yang mempunyai fungsi salah satunya mengangkat lemak dan kotoran atau zat lain yang memiliki surfaktan. Kemudian SLS (sodium lauric sulfida) merupakan garam berwujud padatan/kristal berwarna putih yang berfungsi sebagai penghasil busa. NaCl (garam) berfungsi sebagai pengental suatu larutan," sebutnya.

Sementara Irsan Muhardila dan Sri Ratih mahasiswa Fakultas Pertanian dari kelompok tersebut memandu masyarakat untuk membuat gantungan kunci.

Irsan Muhardila menyebutkan kegiatan pelatihan gantungan kunci tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat sehingga timbulnya inovasi baru di kalangan masyarakat dan meningkatkan pendapatan masyarakat akan hal-hal baru.

"Pembuatan ini menggunakan bahan-bahan yang diantaranya air Resin dan Katalis sebagai bahan utama gantungan kunci.
Untuk hiasan ditambahkan bunga dan daun hidup,"jelasnya.

Tambah Irsan, cara pembuatannya pertama-tama air resin di campurkan dengan katalis kemudian diaduk merata, setelah itu dituangkan kedalam cetakan dan di tambahkan bunga atau daun hidup untuk memperindah tampilannya. Kemudian letakkan besi gantungan dan tunggu selama 30 menit untuk proses pengerasannya.

"Dalam pelatihan ini masyarakat antusias dalam menghiasi gantungan kunci dengan berbagai macam bunga dan daun hidup yang indah dalam menghiasi gantungan kunci yang mereka buat masing-masing,"paparnya. [tmi]


Berita Lainnya

Kirim Komentar