Dosen Unimal Latih Kader Kesehatan Gampong Paloh Punti Cegah Stunting

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Unimal Latih Kader Kesehatan Gampong Paloh Punti Cegah Stunting. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dosen Universitas Malikussaleh memberikan pelatihan kepada kader dan calon kader kesehatan Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, selama dua hari, Selasa–Rabu (15–16/9/2026).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Komunikasi Kader Desa melalui Pendampingan Partisipatif dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Gampong Paloh Punti Kota Lhokseumawe” dan berlangsung di Meunasah Gampong Paloh Punti.

Pelatihan diikuti 20 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, calon kader, serta Kepala PAUD Gampong Paloh Punti. 

Kegiatan ini diketuai Cut Andyna MSos, dengan anggota tim Dr Muhammad Fazil, Rizka Mulyawan BS MAdvEng, Nursakinah Ritonga MAB dan Syarifah Syafira MSi. Tim juga melibatkan dua mahasiswa, yaitu Chairul Azmi dan TM Haikal.

Ketua tim pengabdian, Cut Andyna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan akademik dan kontribusi Universitas Malikussaleh terhadap upaya Gampong Paloh Punti mencapai kondisi nihil stunting.

“Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan kami kepada Gampong Paloh Punti yang sedang berupaya mencapai garis nihil stunting. Upaya tersebut tentu membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur secara sinergis. Melalui penguatan kapasitas komunikasi kader, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap proses edukasi dan pendampingan masyarakat, sehingga Gampong Paloh Punti dapat segera keluar dari zona stunting,” ujarnya.

Menurut Cut Andyna, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan dan pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang efektif antara kader, keluarga, dan masyarakat.

“Oleh karena itu, kemampuan kader dalam menyampaikan informasi, membangun dialog, melakukan pendekatan persuasif serta menciptakan hubungan komunikasi yang konstruktif menjadi bagian penting dalam mendukung intervensi di tingkat masyarakat,” jelasnya.

Materi pelatihan disampaikan Syarifah Chairunnisak yang memiliki kepakaran di bidang komunikasi keluarga. Materi berfokus pada penguatan kompetensi komunikasi kader, terutama dalam membangun komunikasi dengan keluarga dan masyarakat terkait edukasi kesehatan serta pencegahan stunting.

“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya masyarakat di tingkat gampong, khususnya kader yang memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, edukasi, dan pendampingan keluarga terkait isu kesehatan dan pencegahan stunting,” terangnya.

Selain memperoleh materi secara teoretis, peserta juga diajak mengidentifikasi persoalan komunikasi yang dihadapi dalam menjalankan tugas sebagai kader serta mendiskusikan alternatif pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Gampong Paloh Punti.

Untuk mengukur perubahan pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi dengan pre-test dan post-test.

“Evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses pengukuran capaian pembelajaran setelah peserta mengikuti rangkaian materi dan pendampingan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Geuchik Gampong Paloh Punti, T Zulkarna, berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kapasitas kader sebagai agen komunikasi kesehatan di tingkat gampong.

“Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah gampong, kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap percepatan penurunan stunting,” tutupnya. [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar