Cut Putro, Juara dari Balik Kanvas

SHARE:  

Humas Unimal
Cut Putro Arfiah mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) juara 1 cabang lomba lukis pada Peksimida Aceh 2026.

Di ruang kelas, Cut Putro Arfiah akrab dengan deretan rumus, persamaan, dan logika matematika. Namun ketika berada di depan kanvas, tangannya berbicara dengan bahasa yang berbeda. Sapuan kuas, permainan warna, dan imajinasi menjadi cara lain baginya menyampaikan gagasan. Dua dunia yang sering dianggap bertolak belakang itu justru menyatu dalam diri mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) tersebut.

Ketekunan itu berbuah manis ketika Cut Putro berhasil meraih Juara I cabang lomba lukis pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Aceh 2026 yang berlangsung di Universitas Syiah Kuala pada 26–29 Juli 2026 lalu. Di tengah persaingan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Aceh, karya yang lahir dari tangan mahasiswi asal Bireuen itu berhasil mencuri perhatian dewan juri dan mengantarkannya menjadi yang terbaik.

Bagi Cut Putro, kemenangan itu bukan sekadar trofi. Di balik pencapaian tersebut tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi latihan, kesabaran, dan keyakinan bahwa kecintaan pada seni dapat tumbuh berdampingan dengan disiplin ilmu yang ia tekuni di bangku kuliah.

Mahasiswi yang berasal dari Desa Lapang Barat, Gandapura, Bireuen itu merupakan putri pasangan Said Mukhsen SY dan Maryani Abd. Sebagai anak kelima dari lima bersaudara, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang selalu memberikan ruang untuk berkembang sekaligus menjadi sumber kekuatan dalam setiap langkah yang diambilnya.

"Keberhasilan ini tidak akan ada tanpa bimbingan para dosen, dukungan teman-teman, dan yang paling utama doa dari kedua orang tua saya," katanya.

Bagi sebagian orang, memilih Program Studi Pendidikan Matematika mungkin identik dengan dunia yang penuh angka dan perhitungan. Namun bagi Cut Putro, logika yang dipelajari melalui matematika justru melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan berpikir sistematis yang turut membantunya dalam menciptakan sebuah karya seni. Setiap goresan kuas membutuhkan perencanaan, keseimbangan, dan ketepatan, sebagaimana menyusun langkah-langkah dalam menyelesaikan sebuah persoalan matematika.

Perjalanan menuju gelar juara tentu tidak ditempuh dalam waktu singkat. Beragam proses telah ia lalui, mulai dari mengasah kemampuan teknis melukis, mencari inspirasi, hingga membangun kepercayaan diri untuk bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Setiap latihan menjadi ruang untuk belajar, sementara setiap kesalahan menjadi pelajaran yang memperkaya kualitas karya yang dihasilkan.

Keberhasilan di Peksimida menjadi babak baru dalam perjalanan seninya. Prestasi tersebut mengantarkannya sebagai wakil Provinsi Aceh pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang di Universitas Jember, Jawa Timur.

Ajang nasional itu akan mempertemukannya dengan para seniman muda terbaik dari seluruh Indonesia. Persaingan tentu akan semakin ketat, tetapi kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Unimal mampu menghadirkan karya yang memiliki kualitas artistik sekaligus identitas yang kuat.

Dekan FKIP Unimal, Dr. Muhammad Yusuf MT, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswinya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Cut Putro merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan dedikasi yang patut diapresiasi.

"Kami memberikan dukungan penuh dalam proses persiapan menuju Peksiminas agar Cut Putro dapat tampil maksimal membawa nama Aceh dan Universitas Malikussaleh," ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan tersebut mampu memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kampus, menurutnya, merupakan ruang yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk bertumbuh secara utuh, tidak hanya sebagai insan akademis, tetapi juga sebagai pribadi yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.[Bustami Ibrahim]


Berita Lainnya

Kirim Komentar