
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dosen Universitas Malikussaleh melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memberikan pendampingan kepada masyarakat Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, mengembangkan UMKM halal yang tetap memperhatikan lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Munawarah Desa Blang Pulo itu membahas pengembangan produk, pemasaran digital, pengelolaan keuangan usaha dan pemanfaatan limbah yang masih memiliki nilai ekonomi, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Geuchik Desa Blang Pulo, Hery, aparatur dan sejumlah masyarakat setempat.
PkM ini diketuai oleh Dr Ahmad Fauzul Hakim Hasibuan dan beranggota Dr Iswadi dan Dr Mukhlish Muhammad Nur.
Dalam penyampaian materi, ketua tim menjelaskan tentang cara mengembangkan UMKM yang sesuai dengan prinsip halal sekaligus tetap memperhatikan lingkungan.
"Pengembangan UMKM halal tidak hanya terbatas pada aspek kehalalan produk makanan dan minuman saja, tetapi juga mencakup proses produksi, kebersihan, kualitas produk serta strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Selain itu, kita juga harus menerapkan konsep ekonomi hijau, yaitu pembangunan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam," terang Ahmad Fauzul.
Mereka juga mengajak masyarakat mempelajari potensi pemanfataan limbah untuk produk yang bernilai usaha di sekitar mereka. Limbah rumah tangga dan limbah usaha yang selama ini dibuang begitu saja sebenarnya memiliki potensi ekonomis yang besar apabila didukung dengan pengetahuan, keterampilan dan pendampingan yang memadai.
"Limbah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos atau produk kerajinan sedangkan limbah anorganik dapat didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai jual," jelasnya.
Beberapa kendala yang dihadapi pelaku UMKM turut dibahas, seperti keterbatasan dalam mengembangkan produk, pemasaran yang masih sederhana, serta pencatatan keuangan yang belum tertata.
"Sebagian besar pelaku usaha masih menjalankan usaha secara tradisional, produk yang dihasilkan kurang inovatif baik dari segi pengolahan, desain, maupun kemasan. Selain itu, keuangan usaha masih bercampur dengan keuangan rumah tangga sehingga masyarakat kesulitan mengukur keuntungan usaha dan merencanakan pengembangan bisnis secara berkelanjutan," ujar Fauzul.
Melalui diskusi tersebut, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam menjalankan usaha.
Untuk pemasaran, kata Fauzul, masyarakat diperkenalkan trik menggunakan media sosial dan marketplace agar produk yang dihasilkan dapat dikenal oleh lebih banyak konsumen.
"Di era digitalisasi saat ini, pelaku UMKM harus memanfaatkan media sosial dan platform marketplace sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Jangkauan pasar yang selama ini terbatas pada lingkungan sekitar desa dapat diperluas hingga ke luar daerah. Ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan baik," tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat ikut berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai usaha yang mereka jalankan. Peserta antusias mengikuti kegiatan dan menyimak materi yang disampaikan oleh tim pengabdian.
Sementara itu, Geuchik Desa Blang Pulo, Hery, turut menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut.
"Melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha, mulai dari pengelolaan produk, pemasaran, pencatatan keuangan, hingga pemanfaatan limbah. Pendampingan ini kami harapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan UMKM yang halal sekaligus lebih memperhatikan lingkungan," tutupnya. [fzl]