
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Malikussaleh menggelar kuliah umum bertajuk “Political Branding dan Persona Kandidat: Membangun Kepercayaan Publik Melalui Pencitraan di Media Sosial” melalui Zoom Meeting, Sabtu (26/9/2026).
Kuliah umum tersebut menghadirkan Prof Madya Dr Mohd Yusri Ibrahim dari Fakulti Perniagaan, Ekonomi dan Pembangunan Sosial, Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Kegiatan diikuti mahasiswa, dosen dan sivitas akademika Universitas Malikussaleh.
Acara dibuka Wakil Dekan Bidang Akademik Fisipol, Prof Suadi. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan media sosial telah mengubah cara kandidat politik membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Kandidat politik tidak lagi hanya dikenal melalui ruang pertemuan, baliho atau pemberitaan media konvensional. Media sosial menjadi ruang penting untuk membangun identitas, menyampaikan gagasan, sekaligus membentuk persepsi publik,” terangnya.
Menurut Suadi, media sosial kini menjadi ruang komunikasi yang penting sehingga pemahaman mengenai cara membangun citra, menyampaikan pesan dan menjaga kepercayaan publik menjadi bagian dari komunikasi politik.
“Selain itu, penerapan political branding tidak hanya berlangsung dalam kontestasi politik berskala besar. Konsep tersebut juga dapat diterapkan dalam berbagai bentuk pemilihan pada semua tingkatan,” ucapnya.
Ia berharap kuliah umum tersebut dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan komunikasi politik, khususnya perubahan pola komunikasi yang semakin banyak berlangsung melalui media digital.
“Harapannya, kuliah umum ini tidak hanya membuat kita memahami konsep secara akademik, tetapi juga mampu melihat bagaimana strategi komunikasi politik berkembang dan diterapkan dalam berbagai konteks pemilihan,” tambah Prof Suadi.
Sementara itu, Prof Mohd Yusri Ibrahim dalam materinya menjelaskan bahwa political branding berkaitan dengan cara kandidat membangun identitas dan persepsi di mata publik. Bidang yang disampaikannya juga sejalan dengan keahliannya dalam media dan komunikasi serta komunikasi politik di UMT.
“Dalam politik hari ini, calon bukan sekadar perlu dikenali. Mereka perlu membina identiti yang jelas, konsisten dan dipercayai oleh orang ramai,” katanya.
Prof Yusri mengatakan terdapat sejumlah konsep yang perlu dipahami dalam komunikasi politik modern, di antaranya political marketing, political branding, political human branding dan personal branding.
“Political branding tidak hanya berbicara mengenai tampilan kandidat. Namun, hal yang lebih penting adalah bagaimana publik mengenali nilai, karakter, gagasan dan identitas yang dibangun secara konsisten,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami karakteristik kelompok sasaran. Menurutnya, strategi komunikasi di media sosial tidak dapat dibuat dengan pendekatan yang sama untuk semua kelompok masyarakat.
Dalam membangun pesan di media sosial, Yusri memperkenalkan sejumlah unsur penting. Pesan perlu memiliki hook untuk menarik perhatian sejak awal, membangkitkan emosi, memberikan nilai, terlihat autentik, mudah dipahami, memiliki ajakan yang jelas, serta mampu mengikuti perkembangan tren.
“Jangan hanya fikir bagaimana hendak membuat kandungan menjadi viral. Kandungan itu mesti ada nilai, mesti jujur dan mesti mudah difahami oleh orang ramai,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan Fisipol, Teuku Zulkarnaen PhD, Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi, Koordinator Prodi Magister Ilmu Komunikasi.
Koordinator Prodi Magister Ilmu Komunikasi, Dr Ainol Mardhiah, mengatakan kehadiran akademisi dari UMT dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya program studi memperkuat atmosfer akademik sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dengan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri. [fzl]