
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Malikussaleh mendampingi guru SMA Negeri 2 Lhokseumawe dalam merancang media ajar digital berbasis teknologi dan meaningful. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (28–29/9/2026), di Aula SMA Negeri 2 Lhokseumawe.
Kegiatan PkM bertajuk “Pendampingan Guru dalam Desain Media Ajar Digital Berbasis Teknologi dan Meaningful sebagai Upaya Mendukung SDGs” tersebut diikuti para guru SMAN 2 Lhokseumawe. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Tim PkM terdiri atas Mursalin MPd, selaku ketua serta Mutia Fonna MPd dan Nur Elisyah MPd sebagai anggota.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yuniar MPd. Dalam sambutannya, ia berharap agar guru dapat memperoleh pengalaman dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran.
"Diharapkan kemampuan tersebut dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih aktif, kreatif dan bermakna bagi peserta didik," terangnya.
Tim PkM memberikan pendampingan secara langsung kepada guru dalam merancang dan mengembangkan media ajar digital yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, guru diperkenalkan pada beberapa aplikasi pembelajaran digital, yaitu Wayground, Wordwall dan Canva.
"Ketiga aplikasi tersebut dimanfaatkan untuk membantu guru membuat bahan ajar yang lebih interaktif dan menarik," ungkap Mursalin melalui rilis yang diterima Unimalnews, Rabu (30/9/2026).
Pendampingan tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada bagaimana media ajar dapat dirancang secara meaningful.
"Guru diarahkan untuk mengembangkan media yang relevan dengan materi, karakteristik peserta didik serta konteks pembelajaran," sebut Mursalin.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu guru memanfaatkan teknologi secara lebih optimal dalam pembelajaran.
“Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada guru dalam merancang media ajar digital yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.
"Pelaksanaan program juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pendidikan yang berkualitas," lanjutnya.
"Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan melalui penerapan media ajar digital dalam pembelajaran serta mendorong semakin banyak guru untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik," tutupnya. [fzl]