Dosen Teknik Industri Unimal Latih Pengelolaan Ikan Tuna Bagi Masyarakat Ujong Blang

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Teknik Industri Unimal Latih Pengelolaan Ikan Tuna Bagi Masyarakat Ujong Blang. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dosen Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh melatih masyarakat Desa Ujong Blang, Kota Lhokseumawe mengelola limbah tetelan ikan tuna menjadi abon, Kamis (9/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 ibu-ibu dan berangsung di salah satu rumah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program pembinaan desa lingkungan dengan judul "Peningkatan Nilai Ekonomi Limbah Tetelan Ikan Tuna Menjadi Abon sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Ujung Blang".

PkM ini diketuai oleh Dr Syarifah Akmal dan beranggotakan Dr Diana Khairani Sofyan, Sri Mutia MT, Syarifuddin MT, Dr Armelia Davrina, Alfian Mahendra ST dan Nadira.

Menurut ketua PkM, Syarifah Akmal mengatakan program ini berangkat dari kondisi lapangan bahwa potensi hasil perikanan yang tersedia di wilayah Desa Ujong Blang belum termanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

"Tetelan ikan tuna yang belum dimanfaatkan secara optimal diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah kembali menjadi produk pangan berupa abon, maka kami berupaya membina dan melatih masyarakat agar dapat mengolah bahan tersebut menjadi produk bernilai ekonomi," terangnya.

Dalam kegiatan itu, para peserta mengikuti praktik pengolahan abon secara langsung.

"Tahapan yang diperkenalkan meliputi pemilihan dan pencucian bahan baku, perebusan, penyuwiran daging ikan, pencampuran bumbu, penggorengan hingga pengemasan produk," ungkap Syarifah.

Ia juga mengatakan bahwa tim PkM memberikan pengetahuan mengenai pengemasan, pemasaran dan literasi digital sebagai bagian dari pengembangan produk.

"Pengetahuan tersebut diberikan agar masyarakat memiliki gambaran mengenai tahapan yang diperlukan ketika produk hasil olahan akan dikembangkan lebih lanjut," sebutnya.

"Produk abon juga menjadi bentuk diversifikasi hasil perikanan yang dapat dikembangkan dengan memperhatikan proses produksi, kualitas, pengemasan dan pemasaran," tambahnya.

Sementara itu, Nur salah seorang peserta mengatakan pemanfaatan tetelan ikan tuna menjadi abon memberikan alternatif dalam mengolah bagian ikan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi kami dalam mengembangkan tetelan ikan tuna menjadi produk olahan bernilai tambah," tutupnya. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar