Dosen Teknik Unimal Edukasi Mitigasi Perubahan Iklim di Gampong Blang Pulo

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Teknik Unimal Edukasi Mitigasi Perubahan Iklim di Gampong Blang Pulo. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh edukasi masyarakat Gampong Blang Pulo, Kota Lhokseumawe terkait mitigasi perubahan iklim, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan itu merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berjudul “Edukasi Mitigasi Perubahan Iklim melalui Metode Storytelling dan Pemilahan Sampah untuk Pemuda Karang Taruna”.

PkM tersebut diketuai oleh Dr Meriatna dan beranggotakan Dr Fikri Hasfita, Rizka Nurlaila MSi, Dr Leni Maulinda, Zulmiardi MT dan Sri Meutia MT. 

Menurut Meriatna, edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian pemuda terhadap perubahan iklim serta mendorong penerapan perilaku pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

"Kegiatan ini dilatar belakangi oleh masih terbatasnya pemahaman sebagian masyarakat, khususnya pemuda, mengenai hubungan antara aktivitas manusia, timbulan sampah, dan perubahan iklim," ungkapnya.

Menurutnya, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, sementara pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna belum dilakukan secara optimal.

Meriatna juga menyampaikan bahwa edukasi ini menggunakan metode storytelling atau bercerita untuk menyampaikan informasi mengenai perubahan iklim secara menarik, komunikatif dan mudah dipahami. 

"Kami mengajak peserta mengenali penyebab dan dampak perubahan iklim serta memahami pentingnya tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi dampak lingkungan," terangnya.

Setelah memperoleh materi edukasi, peserta mengikuti praktik pengolahan sampah anorganik dengan memanfaatkan botol plastik bekas minuman. 

"Botol-botol tersebut dikreasikan menjadi berbagai produk bermanfaat, seperti wadah air minum, kotak pensil, dan kerajinan lainnya. Praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang pemanfaatan kembali sampah anorganik menjadi barang yang memiliki nilai guna," ujar Meriatna.

Kegiatan ini juga mendapat arahan dan dukungan dari Kepala Lorong Dusun Tengoh, Abdul Kahar. Menurutnya kegiatan ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

"Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan pemuda dan masyarakat," tutupnya. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar