Dosen Prodi Administrasi Publik Unimal Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda Indonesia

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Prodi Administrasi Publik Unimal Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda Indonesia. Foto: Tangkap layar Zoom Meeting.

UNIMALNEWS | Bukit Indah – Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Malikussaleh menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda Indonesia secara hybrid di Aula Fisipol dan melalui Zoom Meeting, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa di lingkungan Fisipol Unimal.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama Prodi Administrasi Publik dengan Gerakan Inspirasi Remaja Lhokseumawe (GIR-L). Mengusung tema Gema Muda: Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda/i Indonesia dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045, pelatihan ini membahas sejumlah isu penting bagi pengembangan kapasitas generasi muda, mulai dari organisasi dan kepemimpinan, pencegahan penyalahgunaan narkotika hingga pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Prodi Administrasi Publik Unimal, yakni Dr Ferizaldi, Mauludi MSP, dan Murniati MSP. Kegiatan dimoderatori oleh Dr Cut Sukmawati dari Prodi Administrasi Bisnis.

Narasumber pertama, Dr Ferizaldi, menyampaikan materi tentang organisasi dan kepemimpinan. Ia menjelaskan bahwa organisasi merupakan sistem kerja sama yang terkoordinasi secara sadar dan melibatkan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurutnya, organisasi menjadi wadah bagi pemuda untuk mengembangkan kemandirian, meningkatkan kemampuan diri, serta belajar mengenai pembagian tugas, tanggung jawab, pengawasan, dan pengambilan keputusan.

“Tujuan berorganisasi adalah meningkatkan kemandirian serta kemampuan sumber daya yang dimiliki. Organisasi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, menjalankan pembagian kerja yang jelas, serta memahami mekanisme pengawasan dan kekuasaan,” terangnya.

Terkait kepemimpinan, Ferizaldi menekankan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai calon pemimpin masa depan. Karena itu, kemampuan memimpin perlu disertai kesadaran akan tanggung jawab terhadap orang-orang yang dipimpin.

“Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kamu pimpin,” ungkapnya.

Selanjutnya, Mauludi membawakan materi tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di kalangan remaja dalam rangka mewujudkan Generasi Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat berdampak terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, masa remaja merupakan periode ketika perubahan biologis, psikologis dan sosial berlangsung pesat. Kondisi tersebut perlu diiringi dengan pemahaman dan pendampingan yang memadai agar remaja mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkotika.

“Risiko penyalahgunaan narkoba dapat berkaitan dengan berbagai faktor, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu atau pendiam,” jelasnya.

Sementara itu, Murniati menyampaikan materi tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Ia menjelaskan bahwa kekerasan seksual dapat mencakup tindakan yang merendahkan, menghina, melecehkan atau menyerang tubuh maupun fungsi reproduksi seseorang.

Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan di lingkungan perguruan tinggi, termasuk menjaga batasan interaksi profesional antara mahasiswa dan dosen maupun tenaga kependidikan, khususnya dalam pertemuan individual di luar kampus atau di luar jam kegiatan akademik.

“Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan membatasi pertemuan individual dengan dosen atau tenaga kependidikan di luar kampus, di luar jam kampus, atau di luar kepentingan pembelajaran. Jika pertemuan tersebut terpaksa dilakukan, perlu ada izin tertulis dari ketua program studi atau jurusan. Mahasiswa juga perlu berperan aktif dalam upaya pencegahan,” ujarnya. 

Sementara itu, ketua pelaksana, Ti Aisyah, MSP, menyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan ini dirancang sebagai wadah inspiratif bagi para pemuda untuk mengasah potensi diri, jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta kreativitas guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Kota Lhokseumawe. Yang terinspiratif dari program pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan jiwa kepemimpinan, memahami bahaya penyalahgunaan narkotika serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual,” pungkasnya.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar