Dosen FEB Unimal Tingkatkan Kapasitas UMKM Kuliner melalui Pelatihan Keuangan Digital

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen FEB Unimal Tingkatkan Kapasitas UMKM Kuliner melalui Pelatihan Keuangan Digital. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh mendorong masyarakat Kota Lhokseumawe memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. 

Kegiatan yang dihadiri oleh pelaku usaha UMKM kuliner Kota Lhokseumawe yang berlangsung di  ruang VIP WAKA kuliner Shop Lhoksemawe pada Minggu-Senin (18-19/10/2026). 

Pelatihan itu merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berjudul “Penguatan Ekosistem Keuangan Digital UMKM Mikro Kuliner melalui Pelatihan dan Pendampingan Transaksi Pembayaran Digital di Kota Lhokseumawe”.

PkM ini dilakukan oleh Dr Rayyan sebagai tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi keuangan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis. 

"Para peserta diberikan pembekalan mengenai literasi keuangan digital, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), pemanfaatan dompet digital (e-wallet) serta pencatatan transaksi keuangan berbasis aplikasi," ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini dilengkapi dengan praktik penggunaan sarana pembayaran digital agar peserta dapat memahami penerapannya dalam aktivitas usaha sehari-hari.

"Penguasaan teknologi keuangan merupakan kebutuhan penting bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha," terangnya.

Menurut Rayyan, pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga berpotensi mendukung pencatatan keuangan yang lebih tertib dan sistematis. 

“Digitalisasi UMKM bukan sekadar mengganti pembayaran tunai menjadi nontunai, tetapi juga membangun kemampuan pelaku usaha dalam mengelola transaksi, pencatatan keuangan, dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik berbasis data,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi  pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep keuangan digital, manfaat pembayaran nontunai serta penggunaan QRIS dan dompet digital sebagai alternatif transaksi. 

"Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya dokumentasi transaksi secara digital untuk mendukung pengelolaan keuangan usaha," jelasnya.

Rayyan berharap pemanfaatan pembayaran digital dapat mempercepat proses transaksi sekaligus memudahkan pencatatan penerimaan usaha. Pencatatan keuangan yang sistematis dapat membantu pelaku UMKM memantau arus kas, mengevaluasi kondisi keuangan dan mempertimbangkan langkah bisnis secara lebih terukur.

"Semoga pelaku UMKM kuliner di Kota Lhokseumawe semakin mampu mengintegrasikan teknologi digital dalam pengelolaan usaha dan dapat menghindari transaksi fraud," tambahnya.

Sementara itu, Fauzan dari UD. MADU TOUKEY distributor dan eceran Madu, yang juga menjadi salah satu peserta mengatakan bahwa program ini dapat berkontribusi terhadap perluasan inklusi keuangan dan penguatan daya saing UMKM dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital yang semakin cepat.

"Semoga pengetahuan yang diberikan ini dapat kami terapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari sehingga mendukung pengelolaan transaksi dan keuangan UMKM kami secara lebih efektif dan berkelanjutan," tutupnya. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar