
UNIMALNEWS | Reuleut – Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali mencatatkan capaian positif dalam pemeringkatan perguruan tinggi berbasis web. Dalam penilaian Webometrics terbaru, Universitas Malikussaleh berhasil melesat ke peringkat 33 nasional atau berada di posisi ke-7 di Pulau Sumatera.
Capaian tersebut menjadi perkembangan yang signifikan bagi Unimal setelah selama hampir empat tahun posisi perguruan tinggi ini dalam pemeringkatan Webometrics berada pada kisaran peringkat 50–60 nasional. Kenaikan ke posisi 33 menunjukkan adanya peningkatan performa digital Unimal yang tercermin melalui keberadaan, visibilitas, serta eksistensi informasi dan aktivitas akademik yang dapat diakses melalui ekosistem digital perguruan tinggi.
Webometrics merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi yang antara lain mengukur performa dan visibilitas web institusi pendidikan tinggi. Pemeringkatan ini menjadi salah satu referensi untuk melihat sejauh mana keberadaan dan aktivitas sebuah perguruan tinggi dapat ditemukan serta diakses melalui ruang digital.
Pemeringkatan Webometrics dikelola oleh Cybermetrics Lab, kelompok riset yang berada di bawah Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), lembaga riset publik terbesar di Spanyol.
Kenaikan peringkat Unimal ke posisi 33 nasional memiliki arti penting di tengah semakin kuatnya peran ekosistem digital dalam penyebarluasan informasi perguruan tinggi. Website dan berbagai platform digital perguruan tinggi kini tidak hanya berfungsi sebagai media informasi administratif, tetapi juga menjadi etalase akademik yang memperlihatkan aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, prestasi mahasiswa, publikasi ilmiah, hingga berbagai bentuk kerja sama institusi.
Kepala UPA Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan Universitas Malikussaleh, Riyandhi Praza MSi, mengatakan bahwa peningkatan peringkat Webometrics merupakan hasil yang perlu dilihat sebagai bagian dari proses panjang membangun reputasi dan visibilitas institusi melalui kanal digital.
“Peningkatan ke peringkat 33 nasional merupakan capaian yang patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik. Selama hampir empat tahun posisi Unimal berada pada kisaran 50–60, dan kini dapat menembus peringkat 33 nasional. Ini menunjukkan bahwa aktivitas dan informasi tentang Unimal semakin terlihat dalam ekosistem digital,” ujarnya.
Menurut Riyandhi, UPA Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan akan terus mendorong penguatan publikasi institusi melalui penyajian informasi yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat Website perguruan tinggi pada dasarnya merupakan wajah institusi di dunia digital. “Karena itu, setiap aktivitas akademik dan kelembagaan yang dikomunikasikan secara baik, cepat, akurat, dan berkelanjutan akan semakin memperkuat kehadiran Unimal di ruang digital,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra, Asean Eng, mengapresiasi atas peningkatan posisi Unimal dalam pemeringkatan Webometrics. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan Unimal dalam membangun reputasi institusi di era digital.
“Peringkat 33 nasional merupakan capaian yang membanggakan bagi Universitas Malikussaleh. Namun, yang lebih penting dari sebuah peringkat adalah bagaimana kita terus meningkatkan kualitas dan memperluas dampak Universitas Malikussaleh. Pemeringkatan harus kita jadikan sebagai salah satu indikator untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan,” ujar Rektor.
Prof Herman menegaskan bahwa transformasi digital perguruan tinggi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Informasi mengenai perguruan tinggi saat ini semakin banyak dicari dan diakses melalui internet sehingga keberadaan digital menjadi bagian penting dari komunikasi institusi.
“Perguruan tinggi harus hadir di ruang digital dengan informasi yang berkualitas. Apa yang kita lakukan di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, prestasi mahasiswa, dan kerja sama harus dapat diketahui oleh masyarakat secara luas. “Kualitas informasi dan publikasi menjadi bagian penting dari pembangunan reputasi Universitas Malikussaleh,” terangnya.
Website yang baik harus mencerminkan institusi yang baik. Karena itu, peningkatan visibilitas digital harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai prestasi sivitas akademika. Kita ingin masyarakat melihat Unimal bukan hanya melalui angka peringkat, tetapi melalui karya dan kontribusi nyata,” ujar Prof Herman.
Ke depan, Unimal diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan posisi tersebut, tetapi juga terus memperkuat kualitas konten, publikasi ilmiah, keterbukaan informasi, dokumentasi kegiatan akademik, serta konektivitas digital sehingga semakin banyak karya dan kontribusi Universitas Malikussaleh yang dapat dikenal di tingkat nasional maupun internasional.[ryn]