Unimal Terima Izin Pembukaan Prodi Pendidikan Teknologi Informasi

SHARE:  

Humas Unimal
Rektorat dan Auditorium Universitas Malikussaleh di Kampus Reuleut. Foto: Ist

UNIMALNEWS | Reuleut – Universitas Malikussaleh (Unimal) resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Program Sarjana berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1194/B/O/2026 tanggal 7 Oktober 2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Program Sarjana pada Universitas Malikussaleh.

Prodi tersebut menjadi prodi ke-59 di Universitas Malikussaleh. Kehadiran program studi baru ini menjadi bagian dari langkah Unimal dalam merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan sumber daya manusia di era transformasi digital. Pengembangan keilmuan Pendidikan Teknologi Informasi dirancang berbasis multidisipliner dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan, dengan mengintegrasikan bidang pendidikan, teknologi informasi, inovasi digital, dan kewirausahaan.

Proses pembelajaran akan menekankan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), serta pembelajaran kolaboratif. Pendekatan tersebut diharapkan membentuk mahasiswa yang kreatif, inovatif, mampu bekerja dalam tim, dan terampil menghasilkan solusi terhadap persoalan nyata di bidang pendidikan dan teknologi.

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng menyampaikan bahwa pembukaan program studi tersebut merupakan bagian dari komitmen Unimal dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan perubahan zaman. “Pendidikan Teknologi Informasi kami arahkan menjadi program studi yang adaptif dan inovatif. Lulusannya tidak hanya menguasai teknologi, tetapi mampu memanfaatkan dan mengembangkan teknologi untuk menjawab kebutuhan transformasi pendidikan di masa depan,” ujar Rektor. 

Program studi ini mempersiapkan enam profil lulusan, yaitu pendidik teknologi informasi inovatif, pengembang media pembelajaran digital, pengembang aplikasi edukatif, technopreneur, fasilitator transformasi digital sekolah, dan peneliti.[ryn]


Berita Lainnya

Kirim Komentar