Konsistensi Yesi Safitri di Pilmapres Unimal 2026

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussale, Yesi Safitri. Foto: Bustami Ibrahim

Di antara ritme perkuliahan yang tak pernah benar-benar sepi, sosok Yesi Safitri hadir dengan jejak langkah yang berbeda. Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh ini tidak sekadar menjalani hari-hari sebagai peserta didik, tetapi menjadikannya ruang untuk bertumbuh, berkompetisi, dan membuktikan diri. Puncaknya, ia berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat universitas yang diumumkan pada Selasa (8/4/2026) lalu.

Perjalanan Yesi tidak dibangun dalam satu malam. Di balik pencapaiannya, tersimpan konsistensi mengikuti berbagai kompetisi akademik yang mengasah daya pikir sekaligus mental bertanding. Dalam bidang karya tulis ilmiah, ia pernah menempati posisi tertinggi pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Karya yang ia susun bukan hanya kuat secara konsep, tetapi juga mampu menjawab persoalan dengan pendekatan yang terukur.

Kemampuannya tidak berhenti pada ranah akademik semata. Yesi juga menunjukkan ketajaman berpikir strategis melalui ajang Business Plan, di mana ia berhasil meraih Juara 2. Di kompetisi ini, ide tidak cukup hanya inovatif, tetapi juga harus realistis dan aplikatif, tantangan yang berhasil ia jawab dengan baik.

Langkahnya semakin jauh ketika ia menembus kompetisi lintas daerah. Di Bengkulu, ia berhasil membawa pulang Silver Medal dalam kategori esai. Pengalaman tersebut memperluas cakrawala berpikirnya, mempertemukannya dengan beragam perspektif, serta memperkuat daya saing di tengah kompetitor dari berbagai latar belakang.

Tidak berhenti di tingkat nasional, Yesi juga menapaki panggung internasional. Dalam ajang International Paper Challenge bidang akuntansi, ia sukses meraih Juara 1. Capaian ini menjadi penegas bahwa mahasiswa dari daerah memiliki kapasitas yang sama untuk bersaing di level global, selama memiliki kemauan untuk terus belajar dan mencoba.

Dalam ajang Mapres, gagasan yang diusung Yesi menjadi salah satu kekuatan utamanya. Ia tidak hanya menawarkan ide berbasis teori, tetapi juga menghadirkan solusi yang relevan dengan kondisi nyata dan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Kombinasi antara pemikiran kritis dan keberpihakan pada realitas inilah yang mengantarkannya hingga posisi terbaik di tingkat universitas.

Sebelum sampai pada tahap tersebut, Yesi telah melewati seleksi ketat di tingkat fakultas. Ia bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa unggulan, sebuah proses yang tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga membentuk mental dan kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Bagi Yesi, prestasi bukan semata soal gelar juara. Lebih dari itu, ia memandang setiap kompetisi sebagai ruang belajar. Ruang untuk mencoba, gagal, memperbaiki, dan kembali melangkah. Konsistensi, keberanian, dan kemauan untuk terus berkembang menjadi fondasi yang ia pegang hingga hari ini.

Ke depan, Yesi tidak ingin berhenti pada deretan penghargaan. Ia berharap gagasan yang telah dirintis dapat terus dikembangkan menjadi sesuatu yang berdampak nyata bagi masyarakat. Perjalanannya menjadi pengingat bahwa perubahan besar kerap berawal dari langkah kecil yang dilakukan berulang, dengan tekad yang tidak mudah goyah.[Bustami]


Berita Lainnya

Kirim Komentar