FH Unimal Dorong Dosen dan Mahasiswa Perkuat Kualitas Publikasi Ilmiah

SHARE:  

Humas Unimal
FH Unimal Dorong Dosen dan Mahasiswa Perkuat Kualitas Publikasi Ilmiah

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) mendorong peningkatan kualitas karya ilmiah dosen dan mahasiswa melalui Workshop Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah yang digelar selama dua hari, 28–29 September 2026.

Mengusung tema “Menulis Berkualitas, Mempublikasikan Berdampak,” kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan menulis akademik sekaligus meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah dosen serta mahasiswa Program Magister dan Doktor Hukum Universitas Malikussaleh.

Workshop hari pertama berlangsung secara hybrid pada Senin (28/9/2026), dengan menghadirkan Prof. Dhiana Puspitawati LLM Ph.D, akademisi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, sebagai narasumber.

Dalam sesi bertajuk “Strategi Publikasi dan Penguatan Artikel Hukum,” peserta mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan draf penelitian menjadi artikel ilmiah yang lebih fokus, memiliki kontribusi keilmuan yang jelas, dan sesuai dengan karakter jurnal yang dituju.

Dekan Fakultas Hukum Unimal, Prof. Dr. Faisal M.Hum, mengatakan kemampuan menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas merupakan bagian penting dari tanggung jawab akademik dosen.

“Workshop ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah publikasi, tetapi terutama untuk memperkuat mutu artikel, ketajaman argumentasi, dan kontribusi keilmuan para dosen. Kami berharap setiap peserta dapat menindaklanjuti draftnya secara konsisten hingga benar-benar disubmit ke jurnal yang tepat,” kata Faisal.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Fakultas Hukum Unimal membangun budaya akademik yang produktif, berintegritas, dan berorientasi pada publikasi yang memberikan dampak terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Pendampingan juga tidak berhenti setelah workshop selesai. Fakultas Hukum Unimal akan melanjutkan proses pendampingan melalui profesor internal hingga artikel peserta dinilai siap untuk disubmit ke jurnal sasaran.

Dalam pemaparannya, Prof. Dhiana menyampaikan bahwa artikel ilmiah bukan sekadar bentuk ringkas dari laporan penelitian. Sebuah artikel harus disusun secara selektif dengan mengedepankan satu isu utama, klaim yang jelas, argumentasi yang kuat, serta kontribusi yang dapat dikenali oleh pembaca.

“Publikasi bukan tujuan akhir dari tulisan yang belum fokus; publikasi dimulai dari positioning yang tepat,” tegas Prof. Dhiana.

Ia menjelaskan, strategi publikasi sebaiknya dimulai dengan menentukan jurnal tujuan sebelum artikel selesai ditulis. Penulis perlu mempertimbangkan kesesuaian ruang lingkup jurnal, kedalaman analisis, karakter pembaca, serta ketentuan author guidelines.

Peserta juga didorong membaca artikel-artikel terbaru yang telah diterbitkan jurnal sasaran. Langkah tersebut penting untuk memahami karakter tulisan, pola argumentasi, serta bentuk kontribusi ilmiah yang diharapkan oleh jurnal.

Prof. Dhiana juga menguraikan perbedaan antara topik, masalah hukum, research gap, kebaruan, dan kontribusi ilmiah. Menurutnya, kebaruan tidak cukup dibangun melalui pernyataan bahwa suatu topik belum pernah diteliti.

“Gap harus spesifik, bukan sekadar menyatakan belum ada penelitian, tetapi menjelaskan apa yang belum cukup diterangkan, dalam konteks apa, dan mengapa hal tersebut penting,” jelasnya.

Materi hari pertama juga mencakup strategi merumuskan judul yang substantif, menyusun pertanyaan penelitian yang analitis, membangun pendahuluan yang mengarah pada klaim, serta mengembangkan pembahasan yang tidak berhenti pada uraian peraturan.

Peserta diarahkan untuk membangun setiap bagian artikel secara berkesinambungan, mulai dari klaim, dasar hukum atau literatur, interpretasi, aplikasi, hingga implikasi terhadap pertanyaan penelitian.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan writing clinic. Dalam sesi tersebut, peserta melakukan diagnosis terhadap draf masing-masing dengan menelaah sejumlah aspek, seperti fokus judul, kejelasan research gap dan kebaruan, keselarasan pertanyaan penelitian dengan metode, kekuatan analisis, kualitas referensi, serta kesesuaian artikel dengan jurnal tujuan.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar