UNIMALNEWS | Reuleut – Universitas Malikussaleh (Unimal) mewisuda ribuan lulusan pada Wisuda Angkatan ke-39 yang berlangsung selama dua hari, 29–30 September 2026, di Auditorium Tgk A Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara.
Wisuda tersebut tidak hanya menjadi momentum bagi para lulusan yang menyelesaikan pendidikan akademiknya, tetapi juga diwarnai kehadiran sejumlah tokoh yang turut menuntaskan studi di perguruan tinggi tersebut. Salah satunya Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Ali Imran, yang menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Unimal.
Ali Imran yang saat ini menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda, dipercaya mewakili wisudawan untuk menyampaikan sambutan pada prosesi wisuda.
Ali Imran mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni untuk menerima ijazah dan mengenakan toga. Menurutnya, momentum tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang yang diwarnai perjuangan, kesibukan, tantangan, bahkan keraguan untuk terus bertahan hingga mencapai garis akhir pendidikan.
“Hari ini merupakan momentum penting bagi kita semua. Bukan hanya tentang selembar ijazah atau toga yang kita kenakan, tetapi juga tentang sejuta kisah perjuangan panjang yang dilalui tanpa lelah, tugas-tugas yang seolah tak kunjung usai, skeptisme, hingga saat ketika kita ingin menyerah tetapi memilih untuk bertahan,” kata Ali Imran, Selasa (30/9/2026).
Ia mengaku memiliki refleksi tersendiri karena dapat berdiri sebagai seorang perwira TNI Angkatan Darat sekaligus wisudawan. Menurutnya, menjalani pendidikan di tengah tanggung jawab sebagai Danrem bukan perkara mudah karena membutuhkan kemampuan membagi waktu antara tugas kedinasan dan kewajiban akademik.
“Menuntut ilmu bukanlah sekadar mengejar gelar akademis, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional untuk terus mengasah kemampuan berpikir, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas diri,” ungkapnya.
Ali Imran menyebut proses pendidikan yang dijalaninya di tengah kesibukan dinas menjadi pengalaman berharga. Ia harus membagi waktu antara tugas pertahanan, kepemimpinan di lapangan, serta kewajiban akademis.
Namun, berbagai tantangan tersebut, kata dia, justru menunjukkan bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia, jabatan, maupun kesibukan.
“Menuntut ilmu sejati tidak pernah mengenal batas usia, jabatan, maupun kesibukan,” tegasnya.
Di hadapan para wisudawan, Ali Imran juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat belajar dan terus mengembangkan kapasitas diri. Terlebih, perkembangan zaman yang berlangsung cepat menuntut setiap individu memiliki pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan wawasan yang luas.
“Di era yang penuh kompleksitas dan perubahan yang sangat cepat, kita harus dibekali ilmu pengetahuan, logika pemikiran yang tajam, serta wawasan yang luas agar mampu menjawab tantangan dunia yang semakin dinamis,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan civitas akademika Unimal yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan pendampingan selama proses pendidikan. Menurutnya, pendidikan yang diperoleh tidak hanya membentuk pemahaman akademik, tetapi juga pola pikir, karakter, dan mentalitas para mahasiswa.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga dan orang tua para wisudawan yang dinilai memiliki peran penting di balik keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan.
“Pencapaian hari ini adalah milik Anda sekalian. Senyum dan kebanggaan di wajah Anda hari ini adalah hadiah terbesar bagi perjuangan kami semua,” ucapnya.
Kepada sesama wisudawan dan wisudawati, Ali Imran berpesan agar keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak dipandang sebagai akhir perjalanan. Sebaliknya, gelar akademik yang diraih harus menjadi awal untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Kita belajar bahwa keberhasilan tidak diukur dari seberapa cepat kita sampai, melainkan seberapa tangguh kita bangkit dan bertahan setiap kali terjatuh. Gelar yang kita raih hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal untuk melangkah menjadi lebih baik,” pesannya.
Menutup sambutannya, Ali Imran berharap ilmu dan gelar yang diperoleh para wisudawan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Bagi dirinya, pendidikan yang ditempuh di Unimal juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas dalam menjalankan tugas pengabdian kepada TNI, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia pun mengajak seluruh wisudawan untuk menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal dalam melanjutkan pengabdian dan menghadapi tantangan di masa mendatang.[]