Dosen FKIP Unimal Latih Guru IPA Lhokseumawe Terapkan STEM-ESD

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen FKIP Unimal Latih Guru IPA Lhokseumawe Terapkan STEM-ESD

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Limbah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sumber belajar yang kreatif. Melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang terintegrasi dengan Education for Sustainable Development (ESD), dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) melatih guru IPA di Kota Lhokseumawe mengembangkan media pembelajaran berbasis limbah.

Pelatihan tersebut mengusung tema “Sekolah Hijau Berbasis STEM: Pelatihan Guru dan Siswa dalam Pengembangan Media Pembelajaran Fisika dari Limbah untuk Mendukung Pendidikan Berkelanjutan (ESD)”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (25–26/9/2026), di SMP Negeri 2 Lhokseumawe.

Sebanyak 25 guru IPA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kota Lhokseumawe mengikuti kegiatan tersebut. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diketuai Safriana M.Pd, dengan anggota Riza Adriani, M.Pd., dan Nurul Fadieny M.Pd, serta melibatkan dua mahasiswa FKIP Unimal.

Pelatihan dirancang tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai STEM dan ESD, tetapi juga membekali guru dengan keterampilan mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA.

Materi yang diberikan mencakup orientasi sekolah hijau, konsep dan integrasi STEM-ESD dalam pembelajaran IPA, pemanfaatan limbah sebagai media pembelajaran, hingga praktik menggunakan pendekatan Engineering Design Process (EDP).

Ketua tim PkM, Safriana, mengatakan pendekatan STEM-ESD membuka ruang bagi guru untuk menghubungkan konsep IPA dengan berbagai persoalan nyata yang ditemukan siswa di lingkungan sekitar.

“Melalui pendekatan ini, para guru diajak melihat limbah di lingkungan sekitar bukan hanya sebagai permasalahan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk merancang alat dan media pembelajaran IPA yang kreatif, interaktif, dan kontekstual,” kata Safriana.

Menurutnya, peserta tidak berhenti pada tahap menerima materi. Guru juga menjalani praktik langsung melalui tahapan Engineering Design Process, mulai dari mengidentifikasi masalah, mengembangkan ide, merancang dan membuat media, menguji fungsi alat, hingga melakukan perbaikan berdasarkan hasil pengujian.

Setelah mengembangkan media, peserta juga menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis STEM-ESD. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pembelajaran atau microteaching menggunakan media yang telah dibuat.

Safriana berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan guru dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap guru IPA di Kota Lhokseumawe semakin mampu mentransformasi permasalahan lingkungan menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Limbah yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mempelajari konsep IPA sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan dan kesadaran siswa terhadap pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Program PkM tersebut didanai melalui PNBP Universitas Malikussaleh. Safriana menyampaikan apresiasi kepada Unimal dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimal atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

“Dukungan tersebut memberikan kesempatan kepada kami untuk berkolaborasi dengan MGMP IPA Kota Lhokseumawe dalam mendampingi guru meningkatkan kualitas pembelajaran IPA,” ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. M. Sahrum, M.Pd., selaku pengawas sekolah yang mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, mengatakan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi guru IPA, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” ungkap Sahrum.

Sementara itu, Ketua MGMP IPA Kota Lhokseumawe, Heni Yulita M.Pd, mengapresiasi kolaborasi antara dosen FKIP Unimal dan MGMP IPA Kota Lhokseumawe.

Menurut Heni, bagi sebagian besar peserta, pelatihan STEM-ESD menjadi pengalaman baru. Guru tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mempraktikkan langsung cara merancang pembelajaran yang menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan isu keberlanjutan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Safriana dan tim atas kerja sama dengan MGMP IPA Kota Lhokseumawe. Bagi sebagian besar guru IPA yang mengikuti kegiatan ini, pelatihan STEM-ESD merupakan pengalaman baru. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperbarui pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran IPA yang lebih inovatif dan kontekstual,” kata Heni.

Selain tim dosen FKIP Unimal, Heni Yulita juga turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi melibatkan perguruan tinggi, MGMP, sekolah, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar