
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kerajinan tangan di Kota Lhokseumawe untuk memperkuat strategi pemasaran digital guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul “Sosialisasi Pengembangan Strategi Pemasaran Digital Produk Kerajinan Tangan Aceh Berbasis UMKM Kota Lhokseumawe untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kinerja Usaha” yang diketuai oleh Dr Sapna Biby.
Kegiatan berlangsung di D’Royal Café, Kota Lhokseumawe, dan diikuti oleh 50 pelaku UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Lhokseumawe, Ghufran Nuristan MAP, bersama sejumlah staf bidang Koperasi dan UKM.
Ketua PkM, Dr Sapna Biby, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas pemasaran sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Pada kesempatan ini, para pelaku UMKM mendapatkan sosialisasi dan penguatan pemahaman mengenai pentingnya strategi pemasaran digital dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan tangan Aceh,” terangnya.
Menurut Sapna, pelaku UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan dan memasarkan produk secara efektif melalui berbagai platform digital.
“Digitalisasi pemasaran menjadi salah satu langkah strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya tarik produk, serta membangun hubungan yang lebih luas dengan konsumen. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, produk kerajinan tangan Aceh memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, produk kerajinan tangan Aceh memiliki potensi ekonomi sekaligus nilai budaya yang kuat. Karena itu, pengembangan strategi pemasaran perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, konten digital serta berbagai kanal pemasaran berbasis teknologi.
“Produk kerajinan tangan Aceh memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Karena itu, pelaku UMKM perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan berbagai kanal digital dalam memasarkan produknya,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kabid Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Lhokseumawe, Ghufran Nuristan, menyambut baik pelaksanaan kegiatan PkM tersebut.
“PkM ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, pemasaran dan daya saing produk lokal,” ungkapnya.
Salah seorang pemateri, Sari Yulis Terfiadi MBA, menyampaikan materi mengenai strategi pemasaran digital bagi UMKM yang memproduksi kerajinan tangan khas Aceh.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan media sosial dan marketplace menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pasar, membangun branding serta meningkatkan daya saing produk.
Yulis juga menekankan pentingnya bagi pelaku UMKM untuk menentukan target pasar secara tepat, membuat konten yang menarik, membangun storytelling produk, serta memberikan informasi produk secara jelas agar konsumen lebih mudah mengenal, mempercayai, dan membeli produk yang ditawarkan.
“Produk kerajinan Aceh memiliki kekuatan pada nilai budaya dan keunikannya yang dapat dikembangkan menjadi nilai ekonomi melalui pemasaran digital,” sebutnya.
Ia berharap penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja usaha, tetapi juga mendukung keberlanjutan produk kerajinan tangan Aceh sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Kota Lhokseumawe.
“Penguatan kapasitas UMKM diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja usaha, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan produk kerajinan tangan Aceh sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus sumber penggerak ekonomi masyarakat Kota Lhokseumawe,” pungkasnya. []