Dosen Unimal Gelar Pelatihan Desain Rumah Adaptif Banjir di Pulo Blang Asan

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Unimal Gelar Pelatihan Desain Rumah Adaptif Banjir di Pulo Blang Asan. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Lhoksukon - Dosen Universitas Malikussaleh melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan pelatihan desain rumah adaptif banjir berbasis kearifan lokal Aceh di Gampong Pulo Blang Asan, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, yang berlangsung sejak Senin (7/9/2026) sampai dengan saat ini.

PkM tersebut diketuai oleh Soraya Masthura Hassan MSc dari Prodi Arsitektur, dengan anggota Dr Ars Rinaldi Mirsa dari Prodi Arsitektur dan Eri Saputra MSi dari Prodi Pendidikan Matematika.

Berdasarkan rilis yang diterima Unimalnews, Rabu (7/10/2026), kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai desain hunian yang mampu beradaptasi terhadap risiko banjir dengan tetap mempertahankan nilai-nilai arsitektur dan kearifan lokal Aceh.

Soraya Masthura Hassan mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat di kawasan yang memiliki potensi terdampak banjir untuk memperoleh pengetahuan mengenai konsep rumah yang lebih aman, adaptif, nyaman dan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

"Pendekatan yang digunakan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis bangunan, tetapi juga mengangkat karakteristik rumah tradisional Aceh yang memiliki konsep adaptasi terhadap lingkungan," ungkapnya. 

Dalam pelatihan, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai prinsip desain rumah adaptif banjir, seperti peninggian elevasi bangunan, pengaturan ruang, pemilihan material, sirkulasi udara, aksesibilitas serta strategi perlindungan bangunan terhadap genangan air. 

"Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan nilai-nilai arsitektur lokal Aceh sehingga desain rumah yang dihasilkan tetap memiliki identitas budaya masyarakat setempat," ujar Soraya.

Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat mengikuti pemaparan materi, berdiskusi serta memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka terhadap kondisi lingkungan dan kejadian banjir di wilayah Gampong Pulo Blang Asan. 

"Pelatihan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan masyarakat dalam mencari solusi hunian yang sesuai dengan kebutuhan lokal," terangnya.

"Konsep rumah adaptif banjir tidak harus menghilangkan identitas arsitektur lokal. Sebaliknya, prinsip-prinsip kearifan lokal dapat menjadi dasar dalam mengembangkan desain hunian yang lebih responsif terhadap perubahan lingkungan dan risiko bencana," tambahnya.

Sementara itu, Geuchik Gampong Pulo Blang Asan, Abdul Aziz menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya mengenai bagaimana membangun atau menata rumah agar lebih siap menghadapi risiko banjir.

“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Malikussaleh yang telah melaksanakan kegiatan pelatihan di Gampong Pulo Blang Asan. Pengetahuan tentang desain rumah yang dapat beradaptasi dengan banjir sangat bermanfaat bagi masyarakat kami” ujarnya.

Ia juga berharap adanya kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah gampong dan Universitas Malikussaleh dalam mengembangkan lingkungan permukiman yang lebih aman dan nyaman.

"Ini menjadi langkah awal dalam membangun model hunian adaptif banjir berbasis kearifan lokal Aceh kita, semoga masyarakat di sini dapat menerapkannya secara seksama," tutupnya. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar