
UNIMALNEWS | Sawang - Program Studi Sosiologi, Jurusan Antropologi dan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh menjadikan Gampong Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, sebagai ruang pembelajaran berbasis masyarakat bagi mahasiswa.
Langkah tersebut ditandai dengan Launching Kerja Sama dengan Gampong Penyintas Bencana yang berlangsung di Gampong Blang Reuling, Rabu (7/10/2026). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pembelajaran kontekstual sekaligus mendukung kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Launching ditandai dengan penyerahan sertifikat kerja sama kepada pihak Gampong Blang Reuling dan dilanjutkan dengan dokumentasi bersama. Kegiatan tersebut turut dihadiri dosen Program Studi Sosiologi, Ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos), serta mahasiswa yang sedang melaksanakan PKL.
Sekretaris Jurusan Antropologi dan Sosiologi FISIP Unimal, Cut Rizka Al Usrah M.A, mengapresiasi terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan gampong merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran secara teoritis, tetapi juga harus mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari realitas sosial masyarakat,” katanya.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat Gampong Blang Reuling,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Sosiologi FISIP Unimal, Rizki Yunanda, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mengembangkan pembelajaran Sosiologi yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa Sosiologi perlu memperoleh pengalaman langsung untuk memahami berbagai fenomena sosial yang berkembang di masyarakat.
“Mahasiswa Sosiologi tidak cukup hanya memahami teori-teori sosial di ruang kelas. Mahasiswa perlu hadir di tengah masyarakat untuk melakukan observasi, pemetaan sosial, identifikasi masalah, penelitian, serta merancang bentuk intervensi sosial yang sesuai dengan kondisi masyarakat,” tutur Rizki.
Ia menyebut Gampong Blang Reuling sebagai laboratorium nonfisik bagi mahasiswa Sosiologi. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat mempelajari dinamika kehidupan sosial, termasuk pengalaman masyarakat dalam menghadapi dan bangkit dari bencana banjir.
“Di sini mahasiswa dapat belajar langsung mengenai kehidupan sosial masyarakat, terutama masyarakat yang memiliki pengalaman sebagai penyintas bencana banjir,” katanya.
Dari sisi masyarakat, Geuchiek Gampong Blang Reuling, Isbahannur M.Sos menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Sosiologi FISIP Unimal yang telah memilih Blang Reuling sebagai salah satu mitra dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas akademik.
“Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap kehadiran mahasiswa serta dosen Universitas Malikussaleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Gampong Blang Reuling,” ujarnya.
Gampong Blang Reuling merupakan salah satu wilayah yang memiliki pengalaman sebagai penyintas bencana banjir. Kondisi tersebut menjadi konteks penting bagi mahasiswa Sosiologi untuk mempelajari secara langsung berbagai aspek kehidupan masyarakat pascabencana, mulai dari dinamika sosial, proses adaptasi, pemulihan, hingga penguatan kapasitas masyarakat.
Dalam kerja sama tersebut, Blang Reuling ditetapkan sebagai laboratorium fisik Program Studi Sosiologi yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan PKL, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini sekaligus membuka ruang bagi terbentuknya hubungan yang lebih erat antara kampus dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di lapangan, tetapi juga didorong untuk memahami persoalan masyarakat secara lebih mendalam dan berkontribusi melalui kegiatan yang relevan dengan kebutuhan gampong.[]