
UNIMALNEWS | Kupang - Universitas Malikussaleh mengirimkan 12 mahasiswa sebagai relawan ke lokasi terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan kegiatan kemanusiaan sekaligus pengabdian kepada masyarakat selama kurang lebih empat bulan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.
Kegiatan yang termasuk ke dalam program KKN Relawan tersebut merupakan bentuk kepedulian Universitas Malikussaleh terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Para mahasiswa akan berada di lokasi hingga Januari 2027 untuk membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
Kedua belas mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari berbagai program studi di Universitas Malikussaleh. Mereka adalah Barmawi dari Program Studi Manajemen, Fairuzzabadi (Prodi Antropologi), Mhd. Bintang Aidil (Prodi Ilmu Komunikasi), Yusuf Fadillah Akbar(Prodi Ekonomi Syariah), Ahmad Ziqra ZP dan Sayed Maksumul Kiram dari Program Studi Hukum.
Selanjutnya Satria Ramadhan dari Program Studi Teknik Elektro, Reyhandi Willyan Daga (Prodi Teknik Sipil, Reyza Abdillah Fahri (Prodi Ilmu Komunikasi), Adam Satria (Prodi Akuntansi), Emanuel Eka Saputra Sitindaon (Prodi Teknik Mesin), serta M. Hafiz Amarul (Prodi Ekonomi Pembangunan).
Penempatan para relawan di Kecamatan Reok dilakukan setelah Universitas Malikussaleh berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai. Koordinasi tersebut dilakukan bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai yang juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai saat ini, Petrus Caelestinus Masangkat SSos.
Kecamatan Reok menjadi salah satu wilayah yang cukup terdampak akibat bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Manggarai. Karena itu, kehadiran mahasiswa Unimal diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Relawan Unimal, Riyandhi Praza MSi mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Para mahasiswa akan menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan di tengah masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan proses akademik mahasiswa. “Selama menjalankan KKN Relawan, mereka akan mendapatkan konversi sebanyak 20 SKS mata kuliah pada semester berjalan,” ujarnya.
Selama berada di Kecamatan Reok, para mahasiswa akan menjalankan sejumlah program sesuai kebutuhan masyarakat dan hasil koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta pihak terkait. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan di antaranya membantu membersihkan puing-puing reruntuhan rumah warga yang terdampak gempa, melaksanakan trauma healing bagi anak-anak sekolah, membantu proses belajar mengajar di sejumlah sekolah, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. “Program dan kegiatan para relawan akan terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kecamatan Reok agar program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelas Riyandhi.
Camat Reok, Rita Udin SP, menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Malikussaleh di wilayahnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam masa pemulihan pascabencana menjadi tambahan energi bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh bencana. “Kami akan berkoordinasi agar kegiatan para relawan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rita.
Ia berharap para mahasiswa tidak hanya hadir untuk membantu secara fisik, tetapi juga dapat membangun interaksi positif dengan masyarakat serta memberikan semangat kepada warga yang sedang menjalani masa pemulihan.
Sementara itu, Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng menegaskan bahwa pengiriman mahasiswa sebagai relawan merupakan wujud nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Universitas Malikussaleh tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. “Pengiriman mahasiswa sebagai relawan ke NTT merupakan bentuk kepedulian Unimal sekaligus bagian dari pembelajaran mahasiswa agar memiliki kepekaan sosial dan pengalaman nyata dalam membantu masyarakat,” ujar Rektor.
Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan energi untuk berkontribusi dalam berbagai kondisi, termasuk dalam situasi kebencanaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat belajar dari masyarakat, memahami kondisi di lapangan, serta memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan kemampuan mereka. “Pengalaman ini juga diharapkan membentuk karakter mahasiswa yang peduli, tangguh, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat kemanusiaan,” pungkas Rektor. []