
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Rangkaian Creative Research National & International Competition (CREATION) 3.0 memasuki hari kedua pada Kamis, 8 Oktober 2026. Mengusung tema “Empowering Youth Creativity Through Science, Technology, and Sustainable Innovation to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs) Towards Golden Indonesia 2045”, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, gagasan penelitian, serta inovasi yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.
CREATION 3.0 diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Studi Mahasiswa (UKM KSM) Creative Minority Universitas Malikussaleh (Unimal) dan berlangsung selama dua hari, 8–9 Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari 25 perguruan tinggi yang berkompetisi dalam empat kategori tingkat nasional, yakni Essay Nasional, Debat, Policy Brief, dan Business Plan. Setiap kategori dirancang untuk mengasah kemampuan peserta dalam mengembangkan gagasan, menyampaikan argumentasi, merumuskan solusi, hingga menyusun konsep yang memiliki potensi untuk diterapkan.
Dari perspektif SDGs, CREATION 3.0 memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Kompetisi tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai peserta yang mengejar prestasi, tetapi juga mendorong mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta penerapan pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata.
Pada kategori Essay Nasional, misalnya, peserta ditantang menuangkan pemikiran berdasarkan tema yang ditentukan. Kompetisi Debat menguji kemampuan peserta membangun argumentasi secara kritis dan logis. Sementara Policy Brief mendorong mahasiswa mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan. Adapun Business Plan memberikan ruang bagi peserta mengembangkan gagasan bisnis yang memperhatikan aspek inovasi, keberlanjutan, dan potensi implementasi.
Ketua Umum Creative Minority, Sartika, mengatakan setiap kategori memiliki tantangan tersendiri sehingga peserta tidak cukup hanya memiliki gagasan, tetapi juga harus mampu menguasai dan mempertanggungjawabkannya.
“Peserta tidak cukup hanya menawarkan sebuah gagasan. Mereka juga harus mampu menjelaskan landasan serta alasan yang mendukung gagasan tersebut,” ujar Sartika.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan mahasiswa untuk mengubah pengetahuan menjadi gagasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain SDG 4, CREATION 3.0 juga sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Aspek inovasi menjadi salah satu perhatian dalam kompetisi, terutama melalui dorongan kepada peserta untuk menawarkan solusi, memanfaatkan teknologi, serta merancang konsep yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Hal tersebut terlihat pada kategori Business Plan. Melalui kategori ini, mahasiswa tidak hanya diminta menyusun konsep bisnis, tetapi juga mempertimbangkan aspek inovasi, keberlanjutan, serta manfaat yang dapat dihasilkan. Dengan demikian, gagasan yang muncul diharapkan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi yang memberikan dampak sosial maupun ekonomi.
Keterlibatan mahasiswa dari 25 perguruan tinggi juga memperkuat semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Keberagaman institusi peserta membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif dalam membahas berbagai persoalan yang diangkat selama kompetisi.
Sartika menilai keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan CREATION 3.0.
“Setiap peserta membawa perspektif masing-masing. Perbedaan tersebut membuat pembahasan dan gagasan yang muncul menjadi semakin beragam,” katanya.
Pertukaran perspektif antarmahasiswa tersebut sekaligus memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi di luar arena kompetisi. Dengan demikian, CREATION 3.0 tidak semata menjadi ajang untuk mengukur kemampuan peserta, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan interaksi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Ketua Panitia CREATION 3.0, Rais Akbar, mengatakan teknis pelaksanaan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kategori kompetisi.
“Setiap cabang memiliki mekanisme dan tahapan yang berbeda. Peserta mengikuti proses sesuai dengan bidang kompetisi yang mereka pilih,” jelas Rais.
Selain empat kategori kompetisi nasional, CREATION 3.0 juga dirangkai dengan sejumlah agenda lain, seperti Essay Internasional, News Anchor Internasional, seminar nasional, dan field trip. Rangkaian tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas wawasan serta melihat isu pembangunan dari perspektif akademik dan praktik yang lebih luas.[]