
UNIMALNEWS | Reuelet - Dosen Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh melatih 60 orang masyarakat membuat alat filtrasi air berbasis bahan lokal di Desa Reuleut Barat, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berjudul "Penerapan Teknologi Downflow Filtrasi Multi-Media Filter Berbasis Bahan Lokal sebagai Solusi Air Bersih Mandiri bagi Masyarakat Desa Reuleut Barat".
PkM ini diketuai oleh Dr Fikri Hasfita, dosen Prodi Teknik Kimia dan beranggota Aisyah Protonia Tanjung MRE, Dewi Fitria Marlisa MT, Rahmatun Maula MT dan Maisarah MT, dari Prodi Teknik Lingkungan serta Lusyana Eka Wardani MPWK dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota.
Ketua PkM, Fikri Hasfita mengatakan bahwa permasalahan kualitas air masih menjadi tantangan bagi masyarakat Desa Reuleut Barat.
"Berdasarkan hasil survei awal, ditemukan sejumlah permasalahan pada air yang digunakan masyarakat sehari-hari, seperti kondisi air yang keruh, berkapur hingga terasa agak asin, sehingga kami ingin menghadirkan inovasi teknologi pengolahan air sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat," ungkapnya.
Mereka memperkenalkan Teknologi Downflow Filtrasi Multi-Media Filter yang berproses mengalirkan air dari bagian atas ke bawah melalui beberapa lapisan media penyaring berbasis bahan lokal.
"Sistem ini dirancang sebagai alternatif pengolahan air sederhana yang dapat membantu mengurangi kekeruhan dan partikel tersuspensi sehingga memperbaiki kualitas fisik air untuk kebutuhan sehari-hari," terangnya.
Katanya, masyarakat dilatih secara langsung membuat alat penyaring air sederhana yang dapat digunakan di rumah masing-masing. "Peserta diperkenalkan pada pemilihan bahan, penyusunan media filter, proses perakitan, hingga cara pengoperasian dan perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan," ujarnya.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami dan menerapkan teknologi filtrasi air sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh sehingga masyarakat dapat mengolah air secara mandiri dan berkelanjutan," tambah Hasfita.
Tim pelaksana juga melakukan demonstrasi penyaringan menggunakan alat Downflow Filtrasi Multi-Media Filter sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung proses filtrasi serta membandingkan kondisi fisik air sebelum dan sesudah melewati media penyaring.
Kegiatan tersebut turut mencakup pemasangan dan penyerahan unit filtrasi sebagai sarana penerapan teknologi sekaligus contoh bagi warga untuk mengembangkan alat serupa secara mandiri.
Sementara itu, Geuchik Desa Reuleut Barat, Summawardi menyambut baik kegiatan PkM tersebut. Menurutnya kegiatan ini bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi dan merasa terbantu dengan adanya program ini. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat alat penyaring air sederhana untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga kegiatan bermanfaat seperti ini dapat terus berlanjut," tutupnya. []