Himapsi Unimal Bangun Kepedulian Kesehatan Mental Melalui Aksi Berbagi

SHARE:  

Humas Unimal
Himapsi Unimal Bangun Kepedulian Kesehatan Mental Melalui Aksi Berbagi

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) Universitas Malikussaleh (Unimal) menebarkan kebahagiaan kepada masyarakat melalui kegiatan Benih Kebaikan di kawasan Islamic Centre Lhokseumawe, Minggu (11/10/2026). Melalui pembagian bunga, gelang, permen, dan pesan afirmasi positif, mahasiswa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta pentingnya dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang digagas Departemen Pengabdian Masyarakat Himapsi periode 2026/2027 ini merupakan bagian dari upaya memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Mengusung tema “Berbagi Bunga, Berbagi Kebahagiaan kepada Masyarakat Sekitar”, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan pesan kepedulian melalui tindakan sederhana yang bermakna.

Kegiatan ini melibatkan tujuh orang panitia yang dipimpin Audrey Graviel Julyamel H. selaku ketua panitia. Para mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat di sekitar Islamic Centre Lhokseumawe sembari membagikan bunga, gelang, permen, serta pesan-pesan positif.

Ketua panitia, Audrey Graviel Julyamel H., mengatakan bahwa berbagai benda yang dibagikan bukan sekadar buah tangan, melainkan simbol perhatian dan kepedulian kepada sesama. Melalui pesan afirmasi positif, Himapsi ingin mengingatkan masyarakat bahwa setiap individu berharga, memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan, dan layak mendapatkan dukungan ketika berada dalam masa sulit.

Pesan-pesan sederhana tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat kepercayaan diri masyarakat. Di tengah beragam persoalan kehidupan, perhatian kecil dari orang lain dapat menjadi pengingat bahwa seseorang tidak harus menghadapi setiap kesulitan sendirian.

Ketua Umum Himapsi, Muhammad Athaya Rizqilla, menyampaikan bahwa kegiatan Benih Kebaikan juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai empati, solidaritas, dan kepekaan sosial. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat memahami bahwa kepedulian terhadap kesehatan mental tidak hanya diwujudkan melalui pengetahuan akademik, tetapi juga melalui tindakan nyata, seperti menghargai, mendengarkan, dan memberikan dukungan emosional kepada orang lain.

Menurutnya, upaya meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara tulus. Membangun lingkungan yang peduli terhadap kesehatan mental membutuhkan keterlibatan bersama, termasuk keberanian untuk menunjukkan perhatian dan memberikan dukungan kepada orang-orang di sekitar.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar