
UNIMALNEWS | Krueng Geukueh – Tim dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan (EKP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Malikussaleh (Unimal), mendorong kelompok perempuan Desa Paya Gaboh, Kabupaten Aceh Utara, mengembangkan usaha pangan lokal melalui inovasi produk dan pemasaran digital. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Pemberdayaan Kelompok Perempuan Desa Paya Gaboh melalui Pengembangan Produk Oleh-Oleh Khas Aceh Utara Berbasis Inovasi Produk dan Pemasaran Digital, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan perempuan dalam mengembangkan usaha rumahan, meningkatkan daya saing produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas. Sejumlah produk pangan lokal, seperti pisang sale, keripik, risol mayo beku, donat bomboloni, dan bolen pisang, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan desa sekaligus oleh-oleh khas Aceh Utara.
Tim pelaksana terdiri atas Mutia Rahmah, Syarifah Syafira, M.Si, Rini Meiyanti M.Kom, Prof. Dr. Asnawi M.Si, dan Dr. Saharuddin M.E. Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa, yakni Delva Aljannah, Dea Syahputri, Oktavia Eka Ramadhani, dan Intan Nazua Amaliyah.
Ketua pelaksana kegiatan, Mutia Rahmah M.Si mengatakan pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan kualitas, variasi produk, kemasan, identitas merek, dan strategi pemasaran agar produknya semakin dikenal serta mampu bersaing di pasar.
Ia menyebutkan, diskusi bersama peserta mengungkap sejumlah kendala yang masih dihadapi pelaku usaha perempuan. Persoalan tersebut antara lain keterbatasan modal, pemasaran yang belum optimal, belum adanya merek produk, keterbatasan bahan baku, serta belum maksimalnya pemanfaatan media sosial dan telepon pintar untuk mendukung kegiatan usaha.
"Sebagian peserta telah memproduksi makanan olahan yang dikenal masyarakat sekitar. Namun, usaha mereka masih sulit berkembang karena belum memiliki identitas merek dan strategi promosi yang memadai. Pelaku usaha lainnya juga mengungkapkan bahwa keterbatasan modal dan akses pemasaran menjadi hambatan dalam meningkatkan kapasitas produksi maupun memperluas penjualan,"katanya.
Berbagai persoalan tersebut memperlihatkan bahwa potensi usaha pangan lokal di Desa Paya Gaboh masih membutuhkan dukungan dari berbagai aspek. Kemampuan memproduksi makanan perlu diimbangi dengan pengelolaan usaha yang lebih baik, penguatan identitas produk, akses pasar, dan pemanfaatan teknologi.
"Melalui diskusi partisipatif, kami memberikan ruang kepada peserta untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kendala, dan mengemukakan harapan terhadap pengembangan usaha mereka. Masukan tersebut menjadi bahan penting untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan yang sesuai dengan kondisi pelaku usaha di desa,"ungkap Mutia.
Selain inovasi produk, tim PKM menekankan pentingnya pemasaran digital untuk memperluas jangkauan konsumen. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi yang relatif mudah diakses untuk memperkenalkan produk, menampilkan keunggulannya, berkomunikasi dengan calon pembeli, hingga membuka peluang penjualan di luar lingkungan desa.
Pemanfaatan teknologi tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengambil foto produk yang menarik, mencantumkan informasi produk secara jelas, dan membagikan promosi melalui jejaring sosial. Dengan penerapan yang konsisten, pelaku usaha diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih luas dengan konsumen sekaligus meningkatkan peluang penjualan.
Penguatan merek juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Nama produk yang mudah diingat, ciri khas yang jelas, serta tampilan kemasan yang konsisten dapat membantu konsumen mengenali dan membedakan produk satu dengan lainnya.
Karena itu, inovasi produk dan pemasaran digital perlu dikembangkan secara bersamaan. Produk yang berkualitas akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing apabila didukung identitas merek yang kuat dan strategi promosi yang tepat.
Keterlibatan perwakilan pemerintah desa, termasuk Ketua PKK Desa Paya Gaboh, turut menjadi bagian dari upaya mendukung pemberdayaan perempuan dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha serta mendorong pengembangan produk lokal secara berkelanjutan.
Bagi tim pelaksana, antusiasme peserta dan keterbukaan mereka dalam menyampaikan persoalan usaha menjadi modal penting untuk merancang pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tantangan yang teridentifikasi juga menunjukkan perlunya perhatian terhadap akses permodalan, penguatan merek, peningkatan kemampuan pemasaran, dan pemanfaatan teknologi.[]