Dosen Psikologi Unimal dan Flower Aceh Berikan Pendampingan Psikososial bagi Korban Banjir di Aceh Utara

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Psikologi Unimal dan Flower Aceh Berikan Pendampingan Psikososial bagi Korban Banjir di Aceh Utara

UNIMALNEWS | Sawang – Dosen Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh (Unimal), Rahmia Dewi, bekerja sama dengan staf lapangan Flower Aceh, Khuzaimah, memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara pada 17–18 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, dan Desa Teumpok Berandang, Kecamatan Muara Batu, tersebut bertujuan membantu masyarakat menjaga kesehatan mental sekaligus membangun semangat dalam menghadapi situasi pascabencana.

Pendampingan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari perempuan dewasa, lanjut usia, remaja, hingga anak-anak. Kegiatan dilakukan melalui psikoedukasi, sesi berbagi pengalaman (sharing session), dan permainan psikologis (psikogames) yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya kesehatan mental, mengungkapkan pengalaman dan perasaan setelah menghadapi banjir, serta membangun dukungan sosial di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan informasi yang diperoleh selama kegiatan, masyarakat setempat belum mendapatkan pendampingan psikologis setelah banjir melanda wilayah mereka. Kehadiran tim pendamping menjadi langkah awal untuk memberikan ruang aman bagi warga dalam berbagi pengalaman, mengenali kebutuhan emosional, dan memperkuat kemampuan menghadapi tekanan akibat bencana.

Kegiatan ini juga menegaskan bahwa dampak banjir tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik dan kehilangan harta benda, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat. Ketidakpastian mengenai tempat tinggal, mata pencaharian, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan.

Dosen Psikologi Unimal, Rahmia Dewi, menyampaikan bahwa pengalaman pendampingan tersebut memperkuat pentingnya dukungan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, warga tidak hanya membutuhkan ruang untuk mengungkapkan perasaan dan menguatkan diri, tetapi juga dukungan nyata agar dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari.

Pemulihan pascabencana, lanjutnya, perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keterkaitan antara kesehatan mental, kondisi lingkungan tempat tinggal, serta pemulihan ekonomi dan mata pencaharian masyarakat.

Lingkungan yang aman, nyaman, dan layak menjadi salah satu kebutuhan mendasar untuk mendukung proses pemulihan. Demikian pula dengan upaya mengembalikan sumber penghidupan warga agar mereka dapat membangun kembali kehidupan secara bertahap setelah terdampak banjir.[tmi]


Berita Lainnya

Kirim Komentar