
UNIMALNEWS | Krueng Geukueh - Tim dosen bersama mahasiswa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (HIMA Kimia) melaksanakan program Inkubasi Young Chemist-Preneur melalui kegiatan laboratorium edukatif dan implementasi program Lab-on-Wheels di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, Muara Batu, Aceh Utara, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini mengajak siswa memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sekaligus mengenalkan penerapan ilmu kimia, kepedulian lingkungan, dan peluang kewirausahaan berbasis sains.
Program yang melibatkan Agus Muliaman M.Pd, Ucia Mahya Dewi M.Pd, dan Isna Rezkia Lukman M.Pd, bersama mahasiswa HIMA Kimia tersebut dirancang untuk menghadirkan pembelajaran kimia yang menarik, aplikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Minyak jelantah dipilih sebagai bahan utama karena mudah ditemukan dalam aktivitas rumah tangga, tetapi kerap menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui praktik pembuatan lilin aromaterapi, siswa diperkenalkan pada alternatif pengolahan minyak bekas menjadi produk nonpangan yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.
Agus Muliaman mengatakan, pendekatan laboratorium edutainment diterapkan untuk memadukan pembelajaran sains dengan pengalaman praktik yang menyenangkan. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep kimia, tetapi juga terlibat langsung dalam mengenali bahan, memahami tahapan pembuatan produk, serta menerapkan ketelitian dan keselamatan kerja.
"Pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan dapat memperluas pemahaman siswa bahwa kimia tidak sebatas teori dan rumus di ruang kelas. Ilmu kimia juga dapat diterapkan untuk menjawab persoalan lingkungan, menghasilkan produk inovatif, serta meningkatkan nilai guna bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai," katanya.
Selain aspek lingkungan, kegiatan ini mengusung semangat Young Chemist-Preneur, yakni mendorong generasi muda mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan melalui penerapan ilmu kimia. Pembuatan lilin aromaterapi menjadi salah satu contoh bagaimana bahan sisa dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui inovasi dan proses produksi yang tepat.
Siswa juga diperkenalkan pada pentingnya memperhatikan kualitas, tampilan, dan pengemasan produk sebagai bagian dari pengembangan usaha. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada keterampilan praktis, tetapi juga membuka wawasan mengenai peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan dari potensi bahan di lingkungan sekitar.
Program Lab-on-Wheels turut memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa HIMA Kimia. Keterlibatan langsung dalam kegiatan edukasi di sekolah menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan keterampilan menyampaikan konsep sains kepada masyarakat.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak sekolah ini juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pembelajaran di tingkat sekolah. Melalui kegiatan yang interaktif dan kontekstual, siswa diharapkan semakin tertarik mempelajari kimia serta mampu melihat keterkaitan ilmu pengetahuan dengan persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.[]