Guru Besar Unimal Dorong KEK Arun Jadi Pusat Hilirisasi Industri Hijau Menuju Indonesia Emas 2045

SHARE:  

Humas Unimal
Guru Besar Unimal Dorong KEK Arun Jadi Pusat Hilirisasi Industri Hijau Menuju Indonesia Emas 2045

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe dinilai memiliki potensi strategis untuk menjadi pusat hilirisasi industri hijau yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh sekaligus memperkuat daya saing industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Gagasan tersebut disampaikan Guru Besar Teknik Industri Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof. Dr. Ir M. Sayuti M.Sc IPU, saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Teknik Industri (SNTI) 2026 yang diselenggarakan Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Selasa (20/10/2026) di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe.

Dalam pemaparannya yang bertajuk “KEK Arun Lhokseumawe sebagai Pusat Hilirisasi Industri Menyongsong Indonesia Emas 2045”, Prof. Sayuti menekankan pentingnya transformasi kawasan industri tersebut dari basis pengolahan gas alam menjadi pusat industri hilir yang terintegrasi, berdaya saing, dan berorientasi pada energi bersih.

Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Ketergantungan pada ekspor bahan mentah perlu dikurangi melalui pengembangan industri pengolahan yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

KEK Arun Lhokseumawe, katanya, memiliki modal strategis berupa infrastruktur industri yang telah dibangun sejak era operasional Arun NGL. Infrastruktur tersebut mencakup fasilitas pengolahan dan penyimpanan gas, tangki penyimpanan gas alam cair (LNG), pembangkit listrik, serta pelabuhan yang mendukung aktivitas industri dan perdagangan.

“Potensi yang telah dimiliki KEK Arun perlu dioptimalkan melalui modernisasi dan rekayasa ulang infrastruktur agar kawasan ini mampu berkembang menjadi pusat hilirisasi industri hijau,” menjadi salah satu pokok pemikiran yang disampaikan dalam pemaparannya.

Selain infrastruktur, posisi geografis Lhokseumawe yang berdekatan dengan Selat Malaka menjadi keunggulan tersendiri. Jalur pelayaran internasional tersebut membuka peluang bagi KEK Arun untuk memperkuat konektivitas logistik dan perdagangan, khususnya bagi produk petrokimia dan energi.

Potensi tersebut juga ditopang oleh keberadaan industri yang telah beroperasi di kawasan Arun dan sekitarnya, termasuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), serta pengembangan berbagai produk turunan gas bumi. Di sisi lain, potensi sumber daya gas di lepas pantai Aceh dapat menjadi peluang pengembangan industri apabila didukung kepastian pasokan, kelayakan investasi, dan pembangunan infrastruktur yang memadai.

Prof. Sayuti juga mendorong penerapan konsep Ecology Industrial Park atau kawasan industri ekologis di KEK Arun. Melalui konsep tersebut, limbah dan produk sampingan dari satu industri dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri lainnya sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien dan dampak lingkungan dapat ditekan.

Pengembangan produk turunan gas bumi, termasuk hidrogen dan amonia rendah karbon, turut menjadi peluang yang dapat dikaji untuk memperkuat posisi KEK Arun dalam rantai pasok energi dan industri masa depan. Namun, realisasinya memerlukan dukungan teknologi, investasi, ketersediaan energi, serta kajian kelayakan ekonomi dan lingkungan.

SNTI 2026 mengangkat tema “Peran dan Tantangan Teknik Industri dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Forum ini menjadi ruang pertemuan akademisi, peneliti, pemerintah, dan praktisi industri untuk membahas tantangan pembangunan industri serta kontribusi keilmuan Teknik Industri dalam meningkatkan daya saing nasional.

Selain Prof. Sayuti, seminar menghadirkan Prof. Ir. Rosnani Ginting Ph.D. IPU  ASEAN Eng, Guru Besar Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (USU), yang membahas perspektif rekayasa sistem kerja, desain industri, dan kesiapan sumber daya manusia untuk menghadapi perkembangan manufaktur modern.

Seminar ini juga menghadirkan Abdul Hadi M.Si, yang mewakili Pemerintah Kota Lhokseumawe, untuk membahas perkembangan kota, integrasi tata ruang, dan kesiapan daerah dalam mendukung kawasan industri. Sementara itu, Ir. Safwat Ardy  M.T, IPM, mewakili manajemen PT PIM untuk menyampaikan perspektif industri terkait operasional, pasokan bahan baku gas, serta pengembangan produk seperti pupuk NPK, hidrogen, dan amonia.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menyampaikan pentingnya kesiapan sumber daya manusia Teknik Industri dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah. Lulusan Teknik Industri diharapkan mampu beradaptasi dengan digitalisasi, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta mendukung inovasi dan keberlanjutan industri.

Dari perspektif pemerintah daerah, iklim investasi yang kondusif, keterpaduan tata ruang, serta kepastian dan keamanan berusaha menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan kawasan industri. Sementara itu, dari sisi industri, inovasi produk turunan gas bumi dinilai dapat membuka peluang pengembangan produk dengan nilai tambah lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur nasional.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi penting agar hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata dunia usaha. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.

Selain menjadi forum diskusi strategis, SNTI 2026 menjadi wadah diseminasi hasil penelitian di bidang Teknik Industri. Pada penyelenggaraan ketujuh ini, panitia menghimpun lebih dari 60 artikel ilmiah dari peneliti yang berasal dari 14 perguruan tinggi di dalam dan luar Provinsi Aceh.

Artikel yang dipresentasikan mencakup berbagai bidang, antara lain ergonomi, manajemen rantai pasok, riset operasional, sistem manufaktur, manajemen kualitas, serta pengelolaan lingkungan industri.

Karya ilmiah terpilih diarahkan untuk dipublikasikan melalui prosiding nasional ber-ISSN dan jurnal terakreditasi Sinta sesuai dengan ketentuan publikasi masing-masing.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar