
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Universitas Malikussaleh menerima kunjungan Majelis Agama Islam Provinsi Yala, Thailand Selatan, sebagai bagian dari lawatan mahabbah dakwah Islamiah ke Aceh. Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat, 25 September 2026, di Rektorat Universitas Malikussaleh, Kampus Reuleut.
Rombongan Majelis Agama Islam Provinsi Yala berjumlah 33 orang dan dipimpin langsung oleh Yang Dipertua dan Qadi Syar'i, Tuanguru H. Abdulbasit Jehmah. Kedatangan rombongan disambut dan diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Malikussaleh, Dr. Ir. Azhari, bersama jajaran pimpinan di lingkungan Universitas Malikussaleh.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara masyarakat Muslim Yala, Thailand Selatan, dengan Universitas Malikussaleh. Selain menjadi bagian dari lawatan mahabbah dakwah Islamiah, kunjungan ini juga membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Majelis Agama Islam Provinsi Yala menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dengan Universitas Malikussaleh. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah membuka peluang agar Universitas Malikussaleh dapat menjadi salah satu perguruan tinggi tujuan bagi anak-anak Muslim dari Provinsi Yala untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Malikussaleh, Dr Ir Azhari, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, hubungan antara Aceh dan Thailand Selatan memiliki kedekatan historis dan sosial yang dapat menjadi fondasi untuk membangun kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam bidang pendidikan.
Kunjungan ini menjadi peluang untuk memperkuat hubungan antara kedua pihak, khususnya melalui kerja sama pendidikan. “Kami terbuka untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda Muslim dari Yala untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Malikussaleh,” ujarnya.
Dr Azhari menjelaskan bahwa Unimal memiliki berbagai program studi yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa dari Thailand Selatan. Selain aspek akademik, lingkungan Aceh yang memiliki karakter masyarakat muslim juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung mahasiswa Muslim dari Yala dalam menjalani Pendidikan nantinya. “Selain kualitas akademik, mahasiswa dari Yala juga akan berada dalam lingkungan masyarakat yang memiliki kedekatan budaya dan keislaman yang menjadi nilai tambah dalam membangun hubungan pendidikan antara Aceh dan Yala,” katanya.
Sementara itu, Yang Dipertua dan Qadi Syar'i Majelis Agama Islam Provinsi Yala, Tuanguru H. Abdulbasit Jehmah, menyampaikan apresiasi atas sambutan Universitas Malikussaleh. Menurutnya, kunjungan ke Aceh merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan persaudaraan dan kerja sama dengan berbagai lembaga Islam maupun institusi pendidikan.
Universitas Malikussaleh kami pandang sebagai salah satu perguruan tinggi yang potensial menjadi tujuan pendidikan bagi anak-anak Muslim dari Yala. “Kami berharap hubungan ini dapat terus dikembangkan sehingga generasi muda Yala memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu di Aceh,” ujar Tuanguru H. Abdulbasit Jehmah.
Universitas Malikussaleh sendiri terus mengembangkan jejaring kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, memperkuat pertukaran pengetahuan, serta meningkatkan internasionalisasi perguruan tinggi.[ryn]