_.jpeg)
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI), Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh (Unimal), menggelar Psychovibes 3.0 pada 21–23 Oktober 2026. Mengusung tema “Rebuild with Hope Through Disasters: Every Voice, Every Story, Every Mind Matters”, festival psikologi ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif, kompetisi akademik, pertunjukan seni, hingga aktivitas inklusif bersama anak-anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Cut Meutia dan Lapangan DPR Bukit Indah, dan Aula Dekanat Fakultas Kedokteran tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan akademik, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental dan persoalan sosial, khususnya dampak psikologis yang ditimbulkan oleh bencana.
Psychovibes 3.0 juga menghadirkan kompetisi psikologi Islam tingkat internasional serta lomba esai dan karya tulis ilmiah tingkat nasional. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya gagasan kreatif, memperkuat literasi ilmiah, dan memperluas wawasan generasi muda mengenai pentingnya kesehatan mental.
Ketua Panitia Psychovibes 3.0, Boyke Rahman Nainggolan, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana membangun kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap sesama.
“Psychovibes 3.0 bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang kolaborasi, kepedulian, dan kreativitas. Melalui expo, pendampingan anak berkebutuhan khusus, serta penampilan klub HIMAPSI, kami ingin menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi semua pihak,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu (21/10) dengan registrasi peserta dan pembukaan resmi yang diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Universitas Malikussaleh, dan Mars Psikologi, serta penampilan tari persembahan. Pembukaan juga ditandai dengan pemotongan pita oleh pihak terkait.
Pada hari pertama, peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari tes IQ, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perlombaan monolog, vokal solo, dan storytelling. Kehadiran bazar turut memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus menambah semarak festival.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Psychovibes 3.0 adalah kegiatan bersama anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) pada Kamis (22/10). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen HIMAPSI dalam menghadirkan ruang yang inklusif, tempat setiap anak memperoleh kesempatan untuk menunjukkan potensi dan mengembangkan kepercayaan diri.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa yang dipimpin perwakilan anak SLB, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, dosen koordinator Maya Lestari, S.Pd., M.Ed., serta kepala sekolah SLB.
Anak-anak kemudian diberi kesempatan untuk menampilkan bakat, mengikuti perlombaan, dan menerima penghargaan atas partisipasi maupun pencapaian mereka. Kegiatan tersebut menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang patut diapresiasi serta berhak memperoleh kesempatan yang setara untuk berekspresi dan berkembang.
Suasana festival semakin meriah dengan penampilan seni berupa monolog, tari, pembacaan puisi, vokal solo, drama, dan panggung bebas. Beragam pertunjukan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan antarpeserta.
Isu kesehatan mental, terutama dalam menghadapi situasi bencana, menjadi salah satu fokus utama pada hari terakhir Psychovibes 3.0, Jumat (23/10). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta mengikuti sesi berbagi dan tanya jawab bersama Dwi Iramadhani, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Sesi ini membahas respons psikologis terhadap bencana banjir, pertolongan pertama psikologis, pengelolaan emosi, teknik pengaturan pernapasan, serta pemahaman terhadap pemicu dan kemunculan kembali ingatan traumatis atau flashback.
Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerugian fisik dan material, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis penyintas. Karena itu, pemahaman mengenai kesehatan mental dan dukungan psikologis menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Edukasi ini sejalan dengan tema Psychovibes 3.0 yang menekankan pentingnya membangun kembali harapan setelah bencana. Setiap pengalaman, cerita, dan suara individu perlu mendapat ruang untuk didengar dan dihargai sebagai bagian dari upaya membangun dukungan sosial yang lebih kuat.
Rangkaian penutupan turut dimeriahkan dengan penampilan tari HIMAPSI serta pertunjukan mahasiswa dari angkatan 2023, 2024, 2025, dan 2026. Panitia juga menayangkan video pemenang lomba short movie dan mini vlog, sebelum mengumumkan para pemenang berbagai kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional.
Penghargaan diberikan kepada para pemenang lomba vokal solo, monolog, storytelling, serta kompetisi akademik yang menjadi bagian dari festival. Kegiatan kemudian diakhiri dengan dokumentasi bersama peserta, panitia, dan tamu undangan.
Penyelenggaraan Psychovibes 3.0 turut mendapat dukungan dari berbagai sponsor, yakni Nasaky Dental Care, Muun Donuts, Wongsolo Lhokseumawe, Siomaygenz Lhokseumawe, Moment Booths, Dmentai, Unspoken Roastery, Stekko, Miesiko, Miebox Lhokseumawe, Mentari Photo Studio, Alkaysanmax, Fresh Care, Fitbar, Vins Coffee, Dapur Jajanan, dan Mie Jawir.[]