
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dosen Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Rizki Suwanda MKom, menjadi salah satu pemateri dalam Seminar Diskusi Publik dan Workshop yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Advokasi Hukum, Pendidikan Ekonomi dan Ekologi (L-KAHPEE) di Gedung Balai Wali Kota Lhokseumawe, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Transformasi Ekonomi Daerah dan SDM Unggul melalui Model Perumusan Kebijakan Ekonomi yang Inovatif dan Berbasis Data”.
Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa dan peserta dari berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi daerah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Selain Rizki Suwanda, kegiatan ini menghadirkan Dr Roni Pradana selaku Ketua Umum L-KAHPEE dan Eni Susanti MPd, selaku Ketua Divisi Pendidikan L-KAHPEE.
Ketiga pemateri membahas berbagai perspektif mengenai penguatan kebijakan, pendidikan dan transformasi ekonomi daerah.
Dalam materinya, Rizki Suwanda menjelaskan bahwa konsep Smart City tidak sekadar berkaitan dengan pemasangan aplikasi atau penyediaan portal layanan digital.
Menurutnya, pembangunan kota cerdas memerlukan integrasi tiga pilar utama, yaitu Smart Governance, Smart Economy dan Smart People, yang harus dikembangkan secara sinergis.
"Pada aspek Smart Governance, pentingnya integrasi data antarorganisasi perangkat daerah (OPD) melalui kebijakan Satu Data Indonesia dan penerapan keterbukaan data (open data). Integrasi tersebut diperlukan agar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan pemerintah dapat didasarkan pada bukti serta informasi yang akurat," terangnya.
Sementara melalui pilar Smart Economy, pemerintah daerah perlu mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta perusahaan rintisan (startup) lokal untuk terlibat dalam ekosistem ekonomi digital yang terbuka dan kompetitif.
"Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga memperluas akses pasar dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat," ungkapnya.
"Adapun pilar Smart People menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor penting dalam keberlanjutan transformasi digital," lanjutnya.
Rizki menilai bahwa literasi digital perlu diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif dan inovatif.
Menurutnya generasi muda perlu memperoleh ruang dan kesempatan untuk mengembangkan gagasan serta menciptakan solusi berbasis teknologi bagi berbagai persoalan di daerah.
“Data menjadi fondasi penting dalam perumusan kebijakan. Dengan data yang akurat, persoalan daerah dapat diidentifikasi, potensi wilayah dapat dipetakan, dan program pembangunan dapat diarahkan secara lebih tepat. Teknologi dan perkembangan digital juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat tata kelola ekonomi daerah,” ujarnya.
Kata Rizki, melalui forum tersebut, pemanfaatan data dan teknologi digital menjadi salah satu isu yang dibahas dalam upaya mendorong kebijakan pembangunan daerah yang lebih terarah.
"Perspektif transformasi digital juga menegaskan pentingnya keterpaduan tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan daerah," pungkasnya. []