
UNIMALNEWS | Krueng Geukueh – Universitas Malikussaleh (Unimal) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi usaha rumah tangga. Salah satunya dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan mendampingi kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) di Gampong Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dalam meningkatkan daya saing produk minyak kelapa melalui penguatan branding, pengemasan modern, dan pemasaran digital.
Kegiatan yang berlangsung pada 7 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari program Pembinaan Desa Lingkungan Tahun 2026. Tim pengabdian diketuai oleh Prof. Dr. Mawardati M.Si dengan anggota Hafni Zahara M.Si serta melibatkan dua mahasiswa, yakni Nazwa Faumah dan Muhammad Ilham Dhanu.
Prof Mawardati menyampaikan program ini diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan produk minyak kelapa agar tidak hanya menjadi olahan rumah tangga, tetapi juga memiliki identitas yang jelas, kemasan yang lebih menarik, serta peluang pemasaran yang lebih luas. Melalui pembinaan tersebut, ibu rumah tangga didorong untuk mulai melihat produk yang dihasilkan sebagai komoditas usaha yang memiliki nilai ekonomi dan potensi untuk dikembangkan.
Dalam kegiatan pendampingan, tim memperkenalkan pentingnya membangun identitas merek, memilih kemasan yang sesuai, serta mencantumkan informasi produk melalui label. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menampilkan produk agar lebih menarik dan mudah dikenali oleh konsumen.
Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan kemasan produk. Tim memperlihatkan contoh minyak kelapa yang dikemas menggunakan botol transparan dengan tutup hitam dan dilengkapi label bertuliskan "Minyak Kelapa".
Contoh tersebut menjadi media pembelajaran bagi peserta mengenai pentingnya kemasan dalam meningkatkan daya tarik produk. Selain berfungsi melindungi isi dan memudahkan penyimpanan, kemasan juga menjadi bagian dari identitas yang dapat memengaruhi kesan konsumen terhadap kualitas suatu produk.
"Kami menjelaskan bahwa branding tidak sekadar memberikan nama atau menempelkan label pada kemasan. Lebih dari itu, branding merupakan upaya membangun identitas produk secara konsisten sehingga konsumen dapat mengenali dan membedakannya dari produk sejenis," katanya.
Pemilihan kemasan juga perlu memperhatikan aspek kebersihan, keamanan wadah, kerapatan penutup, serta ketepatan informasi yang dicantumkan pada label. Dengan demikian, produk minyak kelapa yang dihasilkan masyarakat diharapkan memiliki tampilan lebih baik dan semakin siap untuk dipasarkan.
Selain penguatan branding dan pengemasan, peserta juga diperkenalkan dengan strategi pemasaran digital sebagai salah satu cara memperluas jangkauan pasar. Tim memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan aplikasi WhatsApp dan media sosial untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan produk kepada calon konsumen.
Dalam pembekalan tersebut, peserta diperkenalkan pada beberapa aspek dasar promosi digital, mulai dari teknik menampilkan foto produk yang menarik, menyusun deskripsi produk secara singkat dan jelas, mencantumkan informasi harga, hingga membangun komunikasi yang baik dengan calon pembeli.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha rumah tangga untuk memasarkan produk tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penjualan secara langsung di lingkungan sekitar.
Meski demikian, kegiatan ini masih berada pada tahap pengenalan dan pembekalan awal. Peningkatan transaksi penjualan maupun pendapatan peserta belum dapat diukur. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan respons positif terhadap materi yang disampaikan. Mereka terlihat antusias mengikuti pembinaan, aktif mengajukan pertanyaan, serta mencatat berbagai informasi yang berkaitan dengan pengembangan produk minyak kelapa.
Antusiasme tersebut menjadi modal awal dalam mendorong peningkatan kapasitas kelompok ibu rumah tangga, khususnya dalam mengelola usaha berbasis potensi lokal. Melalui pengetahuan mengenai branding, pengemasan, dan pemasaran digital, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kualitas produk perlu didukung dengan strategi pemasaran yang tepat.
"Kami berharap kegiatan pengabdian ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat usaha minyak kelapa yang dikembangkan masyarakat Desa Paya Gaboh. Tidak hanya meningkatkan kualitas tampilan produk, pembinaan ini juga diharapkan mampu membuka wawasan peserta mengenai peluang pengembangan usaha di tengah perkembangan teknologi dan persaingan pasar," ungkap Prof Mawardati.
Ke depan, program pendampingan diarahkan pada penerapan identitas dan label produk secara lebih konsisten, penguatan promosi melalui media digital, serta pemantauan perkembangan usaha kelompok ibu rumah tangga.[]