
UNIMALNEWS | Krueng Geukeuh – Universitas Malikussaleh (Unimal) terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi pangan lokal. Kali ini, tim dosen Unimal memberikan pendampingan kepada kelompok ibu rumah tangga di Gampong Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, melalui diversifikasi olahan ikan bandeng menjadi produk pangan sehat yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 12 Oktober 2026 tersebut mengusung tema Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Diversifikasi Olahan Ikan Bandeng sebagai Alternatif Pangan Sehat untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Pascabencana. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha produktif untuk membantu memperkuat ekonomi keluarga.
Pengabdian yang didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas Malikussaleh Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pembinaan Desa Lingkungan tersebut diketuai Hafni Zahara M.Si dengan anggota Cut Rozana Sari M.Si, dan Riani M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Agribisnis, yakni Maulana Fikri dan Maysyarah.
Ketua tim pengabdian, Hafni Zahara, mengatakan bahwa diversifikasi olahan ikan bandeng merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal. Melalui pengolahan yang lebih variatif, ikan bandeng tidak hanya dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk makanan yang memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, keterampilan mengolah bahan pangan menjadi produk yang lebih beragam dapat menjadi bekal bagi ibu rumah tangga untuk mengembangkan kegiatan produktif dari lingkungan keluarga. Terlebih, pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan tiga alternatif produk olahan berbahan dasar ikan bandeng, yaitu pempek, tekwan, dan abon. Ketiga jenis olahan ini dipilih karena memberikan variasi pemanfaatan ikan bandeng dan berpotensi dikembangkan dengan menggunakan peralatan yang relatif sederhana di lingkungan rumah tangga.
Melalui diversifikasi tersebut, peserta diperkenalkan pada cara mengolah ikan bandeng menjadi produk dengan bentuk, cita rasa, dan karakteristik yang berbeda. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal sekaligus memberikan alternatif menu sehat dan bergizi bagi keluarga.
Selain pengembangan variasi produk, tim juga memberikan pemahaman mengenai sejumlah aspek penting dalam pengolahan pangan. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan bahan baku yang berkualitas, penanganan ikan secara tepat, kebersihan peralatan, serta pentingnya menjaga kualitas produk selama proses pengolahan.
Aspek pengemasan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Peserta diperkenalkan pada pentingnya kemasan yang bersih dan sesuai dengan karakteristik produk agar hasil olahan lebih mudah disimpan, memiliki tampilan menarik, serta berpeluang dipasarkan kepada konsumen.
Tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, pembinaan juga memberikan wawasan awal mengenai kewirausahaan. Ibu rumah tangga diajak memahami pentingnya memperhitungkan kebutuhan modal, ketersediaan bahan baku, biaya produksi, dan potensi permintaan pasar sebelum memulai usaha.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari ibu-ibu rumah tangga Gampong Paya Gaboh. Peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti materi yang disampaikan, terutama karena pengolahan ikan bandeng berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan keluarga sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Bagi masyarakat, keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai produk pangan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan potensi bahan baku lokal secara lebih optimal. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, kegiatan yang berawal dari dapur rumah tangga berpeluang berkembang menjadi usaha kecil yang memberikan nilai tambah bagi keluarga.[]