
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh menerapkan sistem Customer Relationship Management (CRM) dan e-commerce untuk mendukung digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) teralis besi di Gampong Meunasah Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Minggu (1/11/2026).
Penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai oleh Dr Trisna dengan anggota tim Fadhliani MEng dan Muthmainnah MKom serta melibatkan dua orang mahasiswa.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi informasi, khususnya dalam pengelolaan hubungan pelanggan dan pemasaran produk secara digital.
Ketua tim PkM, Dr Trisna, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi, khususnya untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan dan memasarkan produk secara daring,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian mengimplementasikan sistem Customer Relationship Management (CRM) yang dirancang untuk membantu mitra mengelola data pelanggan, mencatat riwayat transaksi, memantau pesanan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
“Dengan adanya sistem CRM, pengelolaan hubungan pelanggan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan efektif. Mitra juga dapat memanfaatkan data pelanggan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengembangan usaha,” terangnya.
Selain CRM, tim juga menerapkan sistem e-commerce sebagai sarana pemasaran dan promosi produk teralis besi secara daring. Melalui sistem tersebut, mitra dapat menampilkan berbagai produk, memberikan informasi mengenai spesifikasi dan layanan, serta memperluas jangkauan pemasaran kepada calon konsumen.
“Sistem ini memungkinkan mitra memasarkan produk melalui platform digital sehingga informasi mengenai produk dan layanan dapat diakses oleh calon pelanggan secara lebih luas,” ujar Trisna.
Ia menambahkan, kedua sistem yang dikembangkan dapat diakses melalui perangkat komputer maupun telepon pintar (smartphone), sehingga memudahkan mitra dalam mengelola aktivitas usaha tanpa terbatas tempat.
Materi pelatihan meliputi pengenalan fitur sistem, penginputan dan pengelolaan data pelanggan, pengelolaan informasi produk dan pesanan, serta pemanfaatan platform e-commerce untuk mendukung kegiatan pemasaran.
“Melalui pelatihan dan pendampingan ini, mitra diharapkan mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dan memanfaatkannya secara berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan usaha,” ungkapnya.
Menurut Trisna, digitalisasi menjadi salah satu langkah strategis bagi pelaku UMKM dalam menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan usaha. Selama ini, sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan metode pemasaran konvensional dan pencatatan transaksi secara manual.
Padahal, pemanfaatan teknologi informasi dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki pengelolaan pelanggan, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Ia berharap penerapan CRM dan e-commerce pada usaha teralis besi tersebut dapat menjadi solusi dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha. Integrasi kedua sistem memungkinkan pelaku UMKM tidak hanya memperluas pemasaran produk, tetapi juga membangun hubungan pelanggan melalui pengelolaan informasi dan pelayanan yang lebih terorganisasi.
“Diharapkan sistem yang telah diserahkan beserta pelatihan yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mitra serta menjadi salah satu upaya mendorong transformasi digital UMKM di Kota Lhokseumawe,” pungkasnya. []