
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh terus memperkuat wawasan akademik mahasiswa dalam memahami persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema Kebijakan Lingkungan dan Ekonomi Hijau Berkelanjutan, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Gedung Dekanat FISIP kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, dengan menggabungkan pertemuan tatap muka dan daring melalui Zoom Meeting, menghadirkan Guru Besar Universitas Pasundan, Prof. Dr. Lia Muliawaty Dra M.Si sebagai narasumber.
Kuliah umum tersebut menjadi ruang diskusi akademik untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kebijakan lingkungan dalam mendukung pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan ekologi dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FISIP, Prof. Dr. Suadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kuliah umum merupakan bagian penting dari penguatan budaya akademik karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif dan pengalaman keilmuan langsung dari para akademisi lintas perguruan tinggi.
Menurut Suadi, persoalan lingkungan dan pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan. Pembangunan tidak semestinya hanya dinilai berdasarkan peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya alam, kelestarian lingkungan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Ia berharap forum akademik tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam melihat berbagai persoalan lingkungan, khususnya dari perspektif kebijakan publik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami persoalan secara konseptual, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan dan pemikiran yang dapat berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai tantangan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FISIP Universitas Malikussaleh, Bobby Rahman, serta Ketua Program Studi Administrasi Publik, Risna Dewi, Ph.D.
Dalam pemaparannya, Prof. Lia Muliawaty menguraikan berbagai aspek kebijakan lingkungan dan penerapan konsep ekonomi hijau dalam pembangunan berkelanjutan. Pembahasan mencakup kerangka konseptual dan kebijakan di tingkat nasional, sekaligus mengaitkannya dengan kondisi dan potensi pembangunan di Aceh.
Menurutnya, Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, potensi tersebut juga diiringi tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam, perlindungan ekosistem, dan penerapan kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Dalam konteks tersebut, pengelolaan kawasan pesisir, penanganan sampah, perlindungan lingkungan, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian melalui kebijakan yang terintegrasi. Upaya penyelesaiannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Konsep ekonomi hijau menawarkan pendekatan pembangunan yang berupaya menyelaraskan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. Melalui pendekatan ini, pemanfaatan sumber daya alam diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi tanpa mengabaikan daya dukung dan kelestarian ekosistem.
Bagi Aceh, penerapan ekonomi hijau membuka peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang tepat, kekayaan sumber daya alam tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi modal pembangunan bagi generasi mendatang.
Diskusi tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kompleksitas hubungan antara kebijakan publik, aktivitas ekonomi, dan keberlanjutan ekologis. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa keberhasilan suatu kebijakan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh perumusan regulasi, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan, koordinasi antarpemangku kepentingan, serta partisipasi masyarakat.
Kegiatan yang dipandu Yuli Santri Isma M.A.P sebagai moderator dan Depita Kardiati M.Si sebagai pembawa acara, berlangsung sebagai bagian dari penguatan interaksi akademik antara mahasiswa dan narasumber.[]