Dukung Program MBG, Dosen Keperawatan FK Unimal Laksanakan Intervensi Kesehatan di Sekolah

SHARE:  

Humas Unimal
Dukung Program MBG, Dosen Keperawatan FK Unimal Laksanakan Intervensi Kesehatan di Sekolah

UNIMALNEWS | Sigli – Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga perlu didukung edukasi kesehatan dan pembiasaan perilaku hidup sehat sejak usia dini. Dalam upaya mendukung program pemerintah tersebut, tim pengabdian Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) melaksanakan kegiatan Intervensi Keperawatan Komunitas Berbasis Sekolah dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Tijue Percontohan, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, pada 13 Oktober 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas Malikussaleh Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pengabdian Dasar. Tim pelaksana diketuai oleh Junaidi M.K.M dengan anggota Dr. Rika Yusnaini M.Kes dan Iskandar M.K.M. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Keperawatan FK Unimal sebagai bagian dari penerapan ilmu keperawatan komunitas di lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengkajian kesehatan peserta didik melalui identifikasi karakteristik siswa dan pemeriksaan antropometri berupa pengukuran berat badan serta tinggi badan. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Pemeriksaan ini bertujuan memperoleh gambaran awal mengenai kondisi pertumbuhan dan status gizi anak sebagai salah satu dasar dalam memberikan edukasi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Setelah pengkajian, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membiasakan sarapan sebelum memulai aktivitas belajar, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh peserta didik sesuai dengan usia mereka.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi praktik mencuci tangan menggunakan metode enam langkah. Melalui demonstrasi tersebut, siswa diperkenalkan pada tata cara mencuci tangan yang benar sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Peserta didik juga didorong untuk membiasakan mencuci tangan pada waktu-waktu penting, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan promotif dan preventif yang menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Pendekatan ini menjadi penting karena anak-anak tidak hanya membutuhkan asupan makanan bergizi untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga pemahaman mengenai cara menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Ketua tim pengabdian, Junaidi M.K.M menekankan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, penyediaan makanan bergizi perlu diiringi dengan edukasi mengenai pola makan sehat, kebersihan diri, dan pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

Sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan sehat karena menjadi salah satu lingkungan utama tempat anak-anak belajar dan berinteraksi. Oleh karena itu, keterlibatan guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan agar pesan kesehatan yang diberikan di sekolah dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap peserta didik dapat memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, membiasakan sarapan, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri. Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan perhatian lingkungan sekolah terhadap pentingnya pemantauan status gizi dan kesehatan anak.

Pelaksanaan pengabdian tersebut sekaligus menjadi wujud kontribusi Universitas Malikussaleh dalam mendukung program pemerintah melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui penerapan ilmu keperawatan komunitas berbasis sekolah, FK Unimal berupaya mengambil bagian dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini guna mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar