
*Bangun Reputasi Akademik, Unimal Maksimalkan Kolaborasi dengan Serambi Indonesia*
Banda Aceh – Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali melanjutkan kerja sama dengan Harian Serambi Indonesia, Senin (02/03/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Serambi, Lambaro, Aceh Besar, tersebut memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, literasi, dan pengembangan industri media.
Dari pihak Unimal hadir Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra Asean Eng, Kepala UPT Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan Unimal, Dr. Teuku Kemal Fasya, M.Hum, serta sejumlah dosen. Mereka disambut oleh General Manager (GM) Bisnis Harian Serambi Indonesia, Mohd Din, bersama jajaran tim manajemen Serambi.
Rektor Unimal, Prof. Herman Fithra Asean Eng, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem akademik yang terhubung langsung dengan dunia industri media.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan media massa menjadi penting dalam memperluas diseminasi gagasan, hasil riset, serta membangun budaya literasi di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan media seperti Serambi Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kampus dalam menyampaikan pengetahuan kepada publik,” katanya.
Ia berharap kerja sama yang diperpanjang ini mampu membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk berkontribusi dalam publikasi ilmiah populer, magang, hingga pengembangan kapasitas komunikasi publik.
Kepala UPT Bahasa, Kehumasan, dan Penerbitan Unimal, Dr. Teuku Kemal Fasya, M.Hum, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Serambi telah berjalan selama tiga tahun terakhir, terutama dalam penguatan publikasi cetak.
“Perguruan tinggi saat ini dituntut lebih kreatif dalam membangun jejaring kerja sama. Pusat keunggulan tidak lagi hanya diukur dari kerja sama dengan sesama lembaga pendidikan, baik dalam maupun luar negeri, atau pemerintah saja, tetapi juga dengan pihak swasta dan industri,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan media menjadi sarana penting untuk membangun reputasi akademik sekaligus memperkuat komunikasi publik kampus.
GM Bisnis Harian Serambi Indonesia, Mohd Din, mengungkapkan bahwa industri pers tengah mengalami perubahan besar dan dituntut melakukan transformasi agar tetap relevan.
“Lembaga pers melakukan banyak proses adaptasi dan resiliensi dengan menciptakan model industri multiplatform, sehingga tetap bisa bertahan di tengah perubahan makna jurnalisme di masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Mohd Din, meskipun platform digital berkembang pesat, media cetak masih memiliki tempat tersendiri. “Di samping online, media cetak masih bertahan. Media cetak ini terukur, bisa disimpan, dan dapat diakses secara terbuka,” tuturnya.
Ia mengakui bahwa oplah media cetak secara umum mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Namun, dibandingkan media cetak lain, Serambi Indonesia masih menjadi yang terbesar di Aceh.
“Kalau kita melihat tren global, ada negara seperti India yang oplah media cetaknya masih bertahan kuat. Selain itu, tren membaca buku juga mulai kembali meningkat. Ini menunjukkan bahwa budaya literasi cetak belum sepenuhnya hilang,” tambahnya.
Sebagai media lokal terbesar di Aceh, Serambi Indonesia, lanjutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan lembaga pendidikan.
“Kami punya tanggung jawab membesarkan lembaga pendidikan, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi,” tegas Mohd Din.[]