
UNIMALNEWS | Lhokseumawe — Tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Kimia dan Sistem Informasi berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2026 melalui penelitian inovatif berbasis nanoteknologi dan pemanfaatan limbah biomassa lokal.
Tim tersebut adalah Kezia Agustina Br Panjaitan sebagai ketua tim dari Program Studi Teknik Kimia, bersama Tinasyah Fitri dan Amelia Zahwa Nasution dari Teknik Kimia, serta Alvin Hadafi Albar dan Rizki Aulia Nanda dari Program Studi Sistem Informasi.
Mereka juga menjadi satu-satunya tim dari Universitas Malikussaleh yang berhasil lolos pendanaan PKM tahun 2026.
Tim tersebut mengusung judul penelitian “Pengembangan Nanosensor Fluoresensi N,S-CQDs dari Cascara Coffea Arabica Gayo untuk Deteksi Cepat Ion Pb²⁺ Berbasis Citra Digital pada Air Pascabanjir”.
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan nanosensor fluoresensi berbasis N,S-Carbon Quantum Dots (N,S-CQDs) dengan memanfaatkan limbah cascara kopi Arabika Gayo sebagai bahan utama. Inovasi ini dirancang untuk mendeteksi ion timbal (Pb²⁺) secara cepat dan praktis pada air pascabanjir melalui bantuan analisis citra digital berbasis smartphone.
Kepada Unimalnews, Sabtu (6/6/2026), Ketua tim, Kezia Agustina Br Panjaitan, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan timnya memperoleh pendanaan PKM tahun ini. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi besar baginya untuk mengembangkan penelitian yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.
“Kami sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk lolos pendanaan PKM-RE 2026. Tentu ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk menjalankan penelitian dengan maksimal dan memberikan hasil terbaik,” ujar Kezia.
Ia juga menyampaikan bahwa penelitian yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, tetapi juga mengangkat pemanfaatan limbah biomassa lokal agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi.
Sementara itu, Tinasyah Fitri selaku anggota tim turut menyampaikan antusiasmenya terhadap penelitian yang akan dijalankan bersama tim.
“Proses penyusunan proposal hingga akhirnya lolos pendanaan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Semoga penelitian ini nantinya dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat, khususnya dalam pengembangan inovasi deteksi pencemaran air yang lebih sederhana dan ramah lingkungan,” ungkap Tina.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,".
Dosen pendamping tim, Raudhatul Ulfa MT turut menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswa bimbingannya. Ia berharap penelitian tersebut dapat dilaksanakan dengan maksimal dan menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat nasional.
"Saya sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras yang ditunjukkan oleh tim ini. Keberhasilan meraih pendanaan PKM selama dua tahun berturut-turut, meskipun dengan formasi tim yang berbeda, menunjukkan bahwa budaya riset dan inovasi di kalangan mahasiswa Universitas Malikussaleh terus berkembang. Terlebih lagi, pada tahun 2026 tim ini menjadi satu-satunya wakil Universitas Malikussaleh yang berhasil memperoleh pendanaan PKM," tutupnya. [fzl]