HIMMATET Unimal Kupas Peran Strategis Operator DCS di Industri Migas

SHARE:  

Humas Unimal
HIMMATET Unimal Kupas Peran Strategis Operator DCS di Industri Migas

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Himpunan Mahasiswa Magister Teknik Energi Terbarukan Universitas Malikussaleh (HIMMATET Unimal) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas intelektual dan kesiapan profesional mahasiswa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sharing Session bertajuk “Mengupas Tuntas Peran Operator DCS di Industri Migas” yang digelar di Auditorium Teknik Universitas Malikussaleh, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi industri minyak dan gas, Muhammad Abrar, yang saat ini bekerja sebagai Process DCS Operator di Waha Oil Company. Dalam paparannya, Abrar mengangkat topik “How to Control Oil Production in a Smooth Way to Ensure National Energy Stability as a DCS Operator”, yang menyoroti pentingnya sistem kendali dalam menjaga stabilitas produksi energi nasional.

Abrar menjelaskan bahwa Distributed Control System (DCS) merupakan sistem terintegrasi yang berfungsi sebagai pusat kendali seluruh proses produksi di fasilitas migas. Melalui sistem ini, operator mampu memantau dan mengendalikan berbagai variabel penting seperti tekanan, temperatur, laju alir, hingga kinerja peralatan secara berkelanjutan.

Menurutnya, peran operator DCS tidak sekadar menjalankan sistem, tetapi juga menjadi pengambil keputusan krusial dalam menjaga keberlangsungan operasi. “Ketika terjadi anomali, operator harus mampu menganalisis kondisi secara cepat dan tepat untuk mencegah potensi kegagalan sistem yang dapat berdampak luas,” ujar Abrar.

Ia juga membagikan pengalaman lapangan terkait berbagai tantangan, mulai dari penanganan kondisi darurat, pentingnya komunikasi tim, hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja. Industri migas, kata dia, membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki mental tangguh dan disiplin tinggi.

Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab, dengan beragam pertanyaan seputar sistem kerja DCS, perkembangan teknologi migas modern, hingga strategi memasuki dunia kerja di sektor energi.

Salah seorang peserta menyebut kegiatan ini memberikan gambaran nyata tentang dunia industri. “Selama ini kami lebih banyak belajar teori. Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih memahami penerapannya di lapangan,” ujarnya.

Ketua panitia, Darul Ikrami, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya HIMMATET dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Universitas Malikussaleh, Dr. Ir. Rozanna Dewi M.Sc IPM, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Sharing Session menjadi sarana penting dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik serta memperluas wawasan mahasiswa terhadap kebutuhan industri.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun jejaring profesional,” tuturnya.

Selain sebagai ajang berbagi ilmu, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis dalam membangun koneksi antara mahasiswa dan praktisi industri. Interaksi langsung tersebut diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi serta memberikan inspirasi bagi mahasiswa dalam menentukan arah karier di masa depan.[tmi]


Kirim Komentar