
UNIMALNEWS | Lhokseumawe — Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal), Sitti Nayla Nazira berhasil menembus 150 besar dalam program Google Student Ambassador setelah bersaing dengan sekitar 81.000 pendaftar dari seluruh Indonesia.
Dari proses seleksi ketat tersebut, hanya 2.000 peserta yang lolos ke tahap lanjutan, hingga akhirnya dipilih 150 peserta terbaik untuk mengikuti tahap inauguration. Nayla menjadi satu-satunya mahasiswa Unimal yang berhasil mencapai tahap tersebut, sekaligus mewakili kampus dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada 22–25 April 2026.
Kegiatan inauguration diselenggarakan secara luring dan diikuti oleh mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selama kegiatan, seluruh kebutuhan peserta, mulai dari tiket pesawat hingga akomodasi hotel selama empat malam, ditanggung penuh oleh pihak Google.
Program Google Student Ambassador sendiri bertujuan menjembatani mahasiswa berprestasi dengan perkembangan teknologi terkini, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan relevan untuk menjadi calon pemimpin masa depan yang mampu memberi dampak positif di lingkungan kampus dan masyarakat.
Nayla mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam program tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga dan transformatif. “Lebih dari sekadar perhelatan teknologi, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan dengan mahasiswa inspiratif dari seluruh Indonesia untuk bertukar gagasan. Ini memperkuat langkah saya dalam mewujudkan visi sebagai komunikator sains,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perspektif baru yang diperolehnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, AI tidak diposisikan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai alat pendukung dalam proses berpikir dan pembelajaran.
“Penguasaan teknologi harus diiringi kesadaran diri, rasa ingin tahu, dan skeptisisme ilmiah. Saya melihat bagaimana teknologi bisa menjadi jembatan untuk mengubah pola pikir dan mencerdaskan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Nayla mengaku terkesan dengan ekosistem kerja Google yang mengedepankan nilai kemanusiaan serta mampu mengintegrasikan filosofi lokal dalam inovasi global. Ia juga mendapatkan wawasan baru terkait pembangunan lingkungan digital yang inklusif bagi mahasiswa.
Ke depan, Nayla berkomitmen untuk menjadi katalisator di lingkungan kampus dalam mendorong pemanfaatan teknologi, khususnya AI, secara bijak dan adaptif. Ia berencana menginisiasi berbagai program kreatif yang menggabungkan prinsip psikologi dengan inovasi digital.
“Mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi harus bertransformasi menjadi kreator yang mampu menghadirkan solusi. Saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman ini agar memberi dampak nyata bagi kampus dan masyarakat,” ungkapnya.[]