UNIMALNEWS | Aceh Utara — Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng, menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya daya saing global, etika digital, serta peran restu orang tua dalam perjalanan hidup para lulusan, pada Wisuda Angkatan ke-38, Kamis (30/4/2026), di Auditorium Tgk. Abdul Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara.
Dalam prosesi tersebut, sebanyak 1.298 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan. Di hadapan para wisudawan, Herman menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi dibatasi oleh sekat geografis, sehingga lulusan dituntut memiliki kompetensi yang mampu bersaing secara global.
“Dunia hari ini tanpa batas. Jangan hanya berpikir bekerja di dalam negeri, tetapi siapkan diri untuk bersaing di tingkat internasional,” katanya.
Ia mengingatkan, tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks, termasuk potensi ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan kebutuhan pasar kerja. Karena itu, mahasiswa diminta tidak hanya mengandalkan nilai akademik, tetapi juga memperkuat keterampilan tambahan seperti kemampuan bahasa, teknologi, dan komunikasi.
Menurutnya, banyak lulusan berprestasi secara akademik, namun gagal bersaing karena lemahnya kemampuan komunikasi. “Kecerdasan saja tidak cukup. Kemampuan berkomunikasi dan membangun karakter menjadi kunci utama keberhasilan,” tegasnya.
Selain itu, Rektor juga mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menilai, jejak digital kini menjadi salah satu indikator penilaian karakter seseorang di dunia kerja. “Hari ini orang tidak perlu lagi wawancara panjang. Karakter bisa dilihat dari media sosial. Gunakan untuk hal yang bermanfaat,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman turut memaparkan langkah strategis kampus dalam memperluas jejaring internasional. Unimal, kata dia, terus mengirim mahasiswa untuk mengikuti program akademik di luar negeri guna membangun pengalaman global dan jejaring internasional.
Beberapa kerja sama juga tengah dijajaki dengan kampus luar negeri, di antaranya Maastricht University yang diharapkan dapat memperkuat pengembangan Fakultas Kedokteran, serta University of the District of Columbia dalam bidang teknologi dan pengembangan kapasitas mahasiswa.
Di bidang akademik, Unimal juga terus memperkuat kapasitas kelembagaan. Salah satunya melalui rencana peluncuran Program Studi Spesialis Bedah pada 1 Mei 2026 sebagai bagian dari pengembangan pendidikan kedokteran.
Saat ini, Unimal memiliki puluhan program studi dari jenjang diploma hingga doktor, dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 26 ribu orang dan diproyeksikan meningkat hingga mendekati 30 ribu pada tahun akademik mendatang.
Tak hanya soal capaian akademik, Rektor juga menyampaikan pesan emosional kepada para wisudawan terkait pentingnya peran orang tua. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari gelar, tetapi juga dari kemampuan membahagiakan orang tua.
“Tidak ada artinya gelar sarjana jika tidak bisa membahagiakan orang tua. Doa mereka adalah kunci keberhasilan kita,” tuturnya.
Ia mengajak para lulusan untuk selalu meminta restu orang tua dalam setiap langkah kehidupan, serta tidak melupakan mereka yang telah berjuang mendukung pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Menutup sambutannya, Herman berpesan agar para lulusan terus bekerja keras, menjaga integritas, dan memanfaatkan peluang di tengah tantangan global. “Setiap masalah pasti ada peluang. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri untuk mengambilnya,” ungkap Prof Herman.[]