Empat Mahasiswa Teknik Unimal Ikuti Program Internasional ISL 2026 di Sabang

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh Ikuti International Service Learning (ISL) 2026 di Pulau Sabang, Aceh

UNIMALNEWS | Sabang — Empat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh mengikuti program International Service Learning (ISL) 2026 yang berlangsung di Pulau Sabang, Aceh, pada 11–17 Mei 2026.

Program tersebut merupakan inisiatif Universiti Teknologi Malaysia bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Malikussaleh.

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan internasional itu yakni Zaid Ahmad Falhan dari Program Studi Teknik Mesin, Muhammad Fahri Ramadhan dari Teknik Industri, Zaky Al Faiz dari Teknik Elektro, serta Muhammad Sultan Al Faritz dari Teknik Informatika.

Keempat mahasiswa tersebut didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Unimal, Ahmad Nayan, sebagai pembimbing kegiatan.

Program ISL 2026 mengusung tema “Empowering Communities, Enriching Souls, Bridging Borders” yang memadukan pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat (Service Learning/SULAM) dengan pertukaran budaya lintas negara.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam program tersebut, mulai dari cross-cultural engagement, community knowledge transfer, hingga kegiatan kerelawanan (volunteering). Adapun modul teknis yang diterapkan meliputi pemasangan solar charger bagi masyarakat pesisir, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pelatihan rehabilitasi dasar.

Dekan Fakultas Teknik Unimal, Dr. Muhammad Daud, menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan mahasiswa dalam program internasional tersebut.

“Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan teknik yang mereka miliki dengan pengabdian langsung kepada masyarakat, sekaligus memperluas wawasan internasional dan kemampuan soft skills,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut mampu melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan Aceh.

Sementara itu, Rektor Unimal Prof. Dr. Herman Fithra Asean Eng menyebutkan program tersebut sejalan dengan visi universitas sebagai institusi unggul berbasis potensi lokal.

“Melalui pendekatan Service Learning, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi rekayasa di lapangan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai pengabdian masyarakat, empati sosial, dan inovasi berbasis kearifan lokal Aceh,” katanya.

Ahmad Nayan menambahkan, partisipasi mahasiswa dalam program tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, serta penerapan ilmu teknik dalam menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.

Program yang berlangsung selama sepekan itu melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, sekaligus memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi serta pengabdian kepada masyarakat.[]


Kirim Komentar