
UNIMALNEWS | Reuleut - Universitas Malikussaleh resmi merilis tema peringatan Dies Natalis ke-57. Narasi “Memahat Sejarah dan Kegemilangan” yang diambil sebagai tagline 57 tahun Dies Natalis Universitas Malikussaleh 2026, terinspirasi dari peribahasa Latin yang telah populer sebelum era pengetahuan modern : “Historiarum et Gloriam”. Hal ini ciri bahwa kemajuan harus diperjuangkan agar membekas dan terpahat kuat, menjadi menjadi oase yang diingat sebagai penghormatan setinggi-tingginya.
Namun proses menuju kegemilangan atau kemuliaan tidak pernah terjadi tanpa pijakan atas keringat, nafas, dan tenaga. Ia menghistoris, post-pactum, interpretasi atas kerja kaum akademia pada masa lalu. Tidak ada lompatan ke depan, sift-paradigm, tanpa berangkat dari dialektika sejarah dan lorong waktu.
Dalam Islam, inspirasi ini bisa dilihat melalui QS Al-Hasyr ayat 18, QS Al-‘Asr ayat 1-3, dan QS Ali Imran ayat 137. Ayat tersebut mengajarkan bahwa masa lalu bisa menjadi pelajaran untuk memperbaiki diri dan bergerak progresif, menjadi refleksi agar menjadi manusia bermakna dan konstruktif untuk masa sekarang dan masa depan.
Kepala UPT Bahasa, Kehumasan dan Penerbitan Universitas malikussaleh, Dr Teuku Kemal Fasya mengatakan bahwa pada umur 57 tahun Universitas Malikussaleh sejak kelahirannya pada 12 Juni 1969, telah banyak gapaian yang berhasil dilakukan. Dari hanya Akademi Ilmu Agama (AIA) berdasarkan SK Bupati Aceh Utara, Nomor : 01/TH/1969 tanggal 12 Juni 1969, pada masa Bupati Drs. Tgk. Abdul Wahab Dahlawy, menjadi perguruan tinggi otonom melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0584/0/1989 tanggal 11 September 1989. “Selanjutnya fase perubahan politik di Aceh mengubah Unimal menjadi PTN pada 1 Agustus 2001 berdasarkan Keppres Nomor 95 Tahun 2001 tanggal 1 Agustus 2001 di bawah Pemerintahan Megawati yang baru menjabat saat itu, terang Kemal.
Sementara itu, Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng mengatakan bahwa peran K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mengandalkan Universitas Malikussaleh sebagai titik rekonsiliasi Aceh di bidang pendidikan untuk Aceh pascakonflik juga harus terus diingat. Titik sejarah kegemilangan perubahan status Universitas sebagai Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Republik Indonesia Nomor 178 Tahun 2023 di bawah Sri Mulyani.
Kini Unimal bukan saja sebuah PTN BLU, tapi juga sebuah pendidikan tinggi bonafide di Sumatera, meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul pada 8 Juli 2025 berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 371/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/VII/2025. “Kini di 57 tahun pendiriannya Unimal berhasil mencetak sejarah 18 Prodi terakreditasi Unggul: sebuah indikator kemuliaan dan kegemilangan (gloriam) dalam dunia pendidikan yang tak bisa diabaikan oleh sejarah, tutup Prof Herman.