Menelisik Kegiatan Mahasiswa KKN 43 di Gampong Keureusek Kuta Makmur

SHARE:  

Humas Unimal
Menelisik Kegiatan Mahasiswa KKN 43 di Gampong Keureusek Kuta Makmur. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Kuta Makmur – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 43 Universitas Malikussaleh di Gampong Keureusek, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. 

Selama berada di tengah masyarakat, mereka berupaya mengambil bagian dalam berbagai aktivitas gampong, mulai dari memperindah lingkungan, memberikan edukasi kepada pelajar, sampai membantu pelayanan kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari hari Selasa-Kamis (11–13/8/2026). 

Tiga kegiatan utama yang dilakukan mahasiswa meliputi pembuatan dan pengecatan gapura gampong, sosialisasi bahaya bullying kepada siswa SMP Dayah Darul Islam dan terlibat dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Kegiatan pertama dimulai dengan pembuatan dan pengecatan gapura Gampong Keureusek pada Selasa (11/8/2026). "Gapura tersebut tidak hanya difungsikan sebagai penanda wilayah, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari identitas visual gampong sekaligus memperindah lingkungan sekitar," ungkap Muhammad Rian Alfiadi selaku ketua kelompok

Ia juga mengatakan pembuatan gapura menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa selama menjalankan KKN di Gampong Keureusek.

“Kami berharap gapura ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya sebagai penanda dan identitas Gampong Keureusek. Selain itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan kontribusi secara langsung kepada gampong selama menjalankan KKN,” ujarnya.

Sehari kemudian, Rabu (12/8/2026), mahasiswa mengalihkan perhatian pada bidang pendidikan dan sosial. Mereka menggelar sosialisasi mengenai bahaya bullying kepada siswa kelas I SMP Dayah Darul Islam.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik, ejekan dan penghinaan, serta cyberbullying. 

Mereka pada kesempatan itu juga menjelaskan dampak perundungan terhadap korban maupun pelaku serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.


Nur Putri Arfina, salah seorang pemateri mengatakan edukasi mengenai bullying penting diberikan sejak siswa memasuki jenjang SMP karena pada tahap tersebut mereka mulai membangun lingkungan pertemanan yang lebih luas.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa bahwa setiap orang memiliki perasaan yang harus dihargai. Sesuatu yang menurut kita hanya bercanda bisa saja membuat orang lain merasa malu, sedih, atau bahkan tertekan. Karena itu, kami mengajak siswa untuk lebih menjaga perkataan dan tindakan terhadap teman,” ujarnya.

Mereka juga mengajak siswa menjadi bagian dari lingkungan pertemanan yang positif dengan saling menghargai, membantu teman yang mengalami kesulitan, tidak mengucilkan, serta berani mengatakan tidak terhadap tindakan perundungan.

Memasuki hari ketiga, Kamis (13/8/2026), mahasiswa kembali terlibat dalam aktivitas masyarakat melalui kegiatan Posyandu Gampong Keureusek.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu kader dan petugas Posyandu melayani masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar