
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) diprediksi akan mengubah wajah dunia kerja dalam beberapa tahun ke depan. Menyadari tantangan tersebut, Program Kelas Internasional Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (Unimal) membekali mahasiswanya dengan berbagai keterampilan nonteknis melalui kuliah inspiratif bertajuk "Soft Skills for Undergraduate Global Citizens in the AI Digital Era" di Kampus FEB Unimal, Bukit Indah, Lhokseumawe, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi sekaligus peneliti bereputasi internasional, Dr. Muhammad Putra Aprullah M.Si CA, sebagai narasumber utama. Selain aktif sebagai dosen dan peneliti, ia juga menjadi reviewer pada sejumlah jurnal ilmiah internasional bereputasi, di antaranya Cogent Social Sciences, JCLI, dan JDAB.
Dalam pemaparannya, Muhammad Putra Aprullah menegaskan bahwa kemajuan AI telah membawa perubahan besar terhadap berbagai sektor pekerjaan. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis (hard skills), tetapi juga harus memiliki soft skills yang kuat agar mampu bersaing di tingkat global.
"Artificial Intelligence tidak menggantikan manusia sepenuhnya. AI justru menjadi alat yang memperkuat produktivitas dan inovasi. Namun, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, kolaborasi, empati, dan integritas tetap menjadi keunggulan yang hanya dimiliki manusia," ujarnya.
Ia menjelaskan, lulusan perguruan tinggi di masa depan dituntut mampu mengintegrasikan penguasaan teknologi AI dengan kemampuan interpersonal serta karakter kepemimpinan. Menurutnya, literasi AI, etika digital, kemampuan beradaptasi, dan semangat lifelong learning menjadi bekal penting agar generasi muda mampu mengikuti perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Secara terpisah, Ketua Jurusan Akuntansi FEB Universitas Malikussaleh, Dr. Indrayani M.Si Ak ASEAN CPA, mengatakan bahwa Program Kelas Internasional tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa menjadi global citizens yang memiliki wawasan internasional, menghargai keberagaman budaya, menjunjung tinggi etika, serta mampu berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui inovasi dan kolaborasi.
"Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional, tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan daya adaptasi terhadap perkembangan teknologi," katanya.
Kuliah inspiratif tersebut berlangsung interaktif. Mahasiswa mengikuti setiap sesi dengan antusias dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pemanfaatan AI dalam bidang akuntansi, audit, pelaporan keuangan, analisis data, hingga prospek karier profesional di era digital.
Diskusi yang berlangsung dinamis menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya memanfaatkan teknologi AI secara produktif tanpa mengesampingkan etika, integritas akademik, dan tanggung jawab profesional.[]