Prodi Manajemen FEB Unimal Perkuat Kolaborasi Nasional di Forum APSMBI 2026

SHARE:  

Humas Unimal
Koodinator Prodi Manajemen UNIMAL Turut serta dalam Pleno APSMBI di Palu untuk Perkuat Standar Kurikulum dan Kesiapan Lulusan

UNIMALNEWS | Palu – Koordinator Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh, Chalirafi, berpartisipasi dalam kegiatan Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) 2026 yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (Untad), Palu, Sulawesi Tengah, pada 17–18 Juni 2026.

Forum nasional yang mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan: Sinergi Soft Skills dan Kampus Berdampak dalam Menghasilkan Profesional Manajemen dan Wirausahawan Pemula Berdaya Saing Global” tersebut menjadi wadah strategis bagi para pengelola program studi manajemen dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik terbaik, serta merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap dinamika global.

Sebanyak 69 akademisi yang mewakili 34 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari berbagai daerah hadir dalam pertemuan tahunan APSMBI tersebut. Kehadiran Universitas Malikussaleh menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola program studi.

Rangkaian kegiatan diawali pada 16 Juni 2026 dengan penyambutan peserta dan welcoming dinner yang dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antarpengelola program studi. Momentum tersebut membuka peluang lahirnya berbagai kerja sama akademik maupun kelembagaan di masa mendatang.

Kegiatan resmi dibuka pada Rabu (17/6) di Universitas Tadulako. Prosesi pembukaan diawali dengan penampilan Tari Penyambutan Mokambu yang menampilkan kekayaan budaya Sulawesi Tengah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Universitas Tadulako, dan Mars APSMBI.

Acara kemudian diisi dengan sambutan Ketua Panitia APSMBI, Ketua Dewan APSMBI, serta Rektor Universitas Tadulako yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin M.T. Pembukaan resmi dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Rudi Dewanto M.M, ditandai dengan pemukulan gong.

Selama forum berlangsung, Chalirafi mengikuti sejumlah agenda penting, salah satunya Workshop Nasional bertajuk Public Speaking yang menghadirkan Coach Muchlis Anwar. Workshop tersebut membahas penguatan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan sebagai bagian dari pengembangan soft skills mahasiswa serta lulusan program studi manajemen.

Selain itu, peserta juga mengikuti Rapat Pleno APSMBI yang membahas berbagai isu strategis, terutama penguatan kurikulum serta peningkatan kualitas lulusan Program Studi Manajemen jenjang Sarjana agar lebih responsif terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi para koordinator program studi untuk menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, dan merumuskan rekomendasi bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan manajemen dan bisnis di Indonesia.

Pada hari kedua, Kamis (18/6), kegiatan dilanjutkan dengan agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Bridging the Gap: Rekonstruksi Model Pengabdian Masyarakat Berbasis Impact-Driven Management” yang dipusatkan di Hunian Tetap (Huntap) Tondo I, Budha Tzuchi, Palu.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan manajemen yang berorientasi pada dampak. Dalam pelaksanaannya, peserta APSMBI bersama mitra organisasi nonpemerintah (NGO) dan masyarakat setempat melaksanakan program Humaniment Concernés sebagai bentuk implementasi pengabdian berbasis kolaborasi.

Bagi Universitas Malikussaleh, keikutsertaan dalam PKM Internasional tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari berbagai model pengabdian masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan mitra internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi program pengabdian yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Chalirafi mengatakan, keikutsertaan dalam APSMBI 2026 memberikan banyak manfaat, terutama dalam memperluas jejaring akademik dan memperoleh perspektif baru mengenai pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kompetensi lulusan agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.

"Forum APSMBI menjadi ruang yang sangat penting untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi antarprogram studi manajemen di Indonesia. Berbagai hasil diskusi dan rekomendasi yang diperoleh selama kegiatan ini akan menjadi masukan berharga bagi pengembangan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh ke depan," ujarnya.[]


Kirim Komentar