Himasos Unimal Bekali Mahasiswa dengan Public Speaking dan Desain Grafis untuk Hadapi Era Digital

SHARE:  

Humas Unimal
Himasos Unimal Bekali Mahasiswa dengan Public Speaking dan Desain Grafis untuk Hadapi Era Digital

UNIMALNEWS | Bukit Indah – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Universitas Malikussaleh menggelar pelatihan bertajuk "Creative Communication: Meningkatkan Keterampilan Bicara dan Desain di Era Modern" di Aula FISIP Lama, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi publik dan desain grafis sebagai kompetensi pendukung yang semakin dibutuhkan di era digital.

Pelatihan menghadirkan Ketua BEM FISIP unimal periode 2024–2025, Aji Pratama Lubis, sebagai pemateri public speaking, serta Alfareza Saragih S.AB, yang juga menjabat Sekretaris Departemen Media dan Komunikasi (Medikom) BEM FISIP periode 2024–2025, sebagai pemateri desain grafis.

Hadir, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unimal, Dr. Taufik Abdullah M.A, serta dihadiri Ketua Program Studi Sosiologi Riski Yunanda M.Sos, Sekretaris Jurusan Antropologi dan Sosiologi Cut Rizka Al Usrah M.A, pengurus HIMASOS, dan puluhan mahasiswa.

Ketua Panitia, Alfareza Saragih, mengatakan pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus keterampilan desain grafis yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik maupun dunia kerja.

"Melalui pelatihan ini kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, mengasah kreativitas dalam desain grafis, serta memiliki bekal yang kuat untuk bersaing di era digital," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Himasos, Sabni Sani Sadarmico, menilai kemampuan menyampaikan gagasan menjadi salah satu keterampilan penting bagi mahasiswa sosiologi. Menurutnya, ide-ide yang baik akan memberikan dampak apabila mampu dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat.

"Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga mendorong mahasiswa agar lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan, membangun komunikasi yang efektif, dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat," ungkapnya.

Ketua Program Studi Sosiologi, Riski Yunanda, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai kemampuan public speaking merupakan bekal penting bagi mahasiswa, baik dalam proses perkuliahan maupun ketika terjun ke masyarakat.

"Mahasiswa harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada dosen, teman, maupun masyarakat. Keterampilan ini juga menjadi modal untuk mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan potensi diri," ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jurusan Antropologi dan Sosiologi, Cut Rizka Al Usrah, mengatakan mahasiswa perlu terus mengembangkan kemampuan komunikasi agar mampu menjadi agen perubahan yang kritis dan inspiratif.

Ia mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan mengasah kemampuan berbicara di depan publik, bahkan bercita-cita menjadi komunikator profesional.

"Ilmu harus dikejar dan diupayakan. Kesuksesan tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses belajar dan latihan yang berkelanjutan," tuturnya.

Dalam arahannya, Wakil Dekan III FISIP Universitas Malikussaleh, Dr. Taufik Abdullah, menegaskan bahwa soft skill memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar menyusun kata-kata, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menganalisis persoalan, dan menghubungkan teori dengan realitas.

"Mahasiswa harus memiliki obsesi untuk terus berkembang. Public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi bagaimana menyampaikan gagasan yang memiliki kompetensi dan manfaat bagi masyarakat. Begitu juga desain grafis, tidak hanya dinilai dari sisi estetika, tetapi juga bagaimana karya tersebut mampu menyampaikan pesan secara efektif. Setelah mengikuti pelatihan ini, mahasiswa harus bergerak, berkarya, dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh," ungkapnya.[]


Kirim Komentar