Unimal Perkuat Kolaborasi Riset Energi Terbarukan Bersama Akademisi Malaysia

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Unimal Paparkan Inovasi Energi Terbarukan di Hadapan Akademisi Malaysia

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Komitmen Universitas Malikussaleh (Unimal) dalam memperkuat riset energi terbarukan di tingkat internasional kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Research Sharing Session with Postgraduate (Master) Students in Renewable Energy Engineering bersama Visiting Professor dari Malaysia, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Research Collaboration Program antara Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Unimal dan MILA University, Malaysia, tersebut menghadirkan Associate Professor Dr. Pratheep Sandrasaigaran sebagai pembicara utama. Forum akademik ini menjadi ruang berbagi hasil penelitian sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan teknologi energi bersih.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Teknik Unimal, Dr. Zulnazri M.T, dan dipimpin Koordinator Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan, Dr. Ir. Rozanna Dewi M.Sc IPM. Kegiatan turut dihadiri para dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang bergerak di berbagai bidang kajian energi terbarukan.

Dalam sambutannya, Rozanna Dewi menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi langkah penting dalam mempercepat lahirnya inovasi di sektor energi terbarukan. Menurutnya, tantangan transisi energi tidak dapat dijawab hanya melalui riset yang dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan sinergi antarlembaga dan lintas negara.

"Melalui forum ini kami ingin menyelaraskan research roadmap dengan mitra internasional sehingga penelitian yang dikembangkan memiliki dampak lebih luas dan mampu menjawab kebutuhan masa depan," ujarnya.

Selama sesi ilmiah, para dosen senior Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Unimal memaparkan berbagai hasil dan arah penelitian yang tengah dikembangkan. Topik yang diangkat mencerminkan komitmen Unimal dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung transisi menuju energi bersih.

Prof. Dr. Arnawan Hasibuan M.T Ph.D, mempresentasikan pengembangan teknologi rekayasa energi berkelanjutan yang difokuskan pada sistem energi bagi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Sementara itu, Rozanna Dewi memperkenalkan riset mengenai konversi limbah plastik dan biomassa organik menjadi biofuel melalui teknologi thermocatalytic co-pyrolysis menggunakan fixed bed reactor.

Potensi Indonesia sebagai negara maritim dalam pengembangan hidrogen hijau menjadi fokus penelitian Dr. Lukman Hakim, S.T., M.Eng., melalui integrasi energi surya dan air laut untuk produksi hidrogen. Di sisi lain, Dr. Zulnazri, memaparkan penelitian mengenai sintesis cellulose nanocrystals dari tandan kosong kelapa sawit (Oil Palm Empty Fruit Bunch/OPEFB) yang berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi material maju.

Riset pemanfaatan limbah juga dipresentasikan oleh Dr. Muhammad M.Sc, melalui inovasi modifikasi katalis CaO berbasis tulang sotong dengan impregnasi SrO untuk meningkatkan efisiensi konversi minyak jelantah menjadi biodiesel.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Adi Setiawan  M.T, memperkenalkan pengembangan Biomass and Hydrogen Technology Research Center (BiHYTECH) sebagai pusat riset biomassa dan hidrogen di Unimal. Ia juga memaparkan penelitian tentang pemanfaatan limbah sekam kopi Arabika Gayo sebagai bahan elektroda superkapasitor menggunakan aktivator kalium karbonat (K₂CO₃), yang berpotensi mendukung pengembangan teknologi penyimpanan energi.

Presentasi berbagai hasil penelitian tersebut mendapat perhatian dari Associate Professor Dr. Pratheep Sandrasaigaran. Ia menilai sejumlah topik yang dikembangkan para peneliti Unimal memiliki kesesuaian dengan fokus penelitian di berbagai perguruan tinggi Malaysia sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Unimal dan mitra dari Malaysia sepakat memperkuat kerja sama melalui kolaborasi antarkelompok riset (research group), penyusunan proposal penelitian bersama, pertukaran akademisi, hingga publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.[]


Kirim Komentar