Himapsi Unimal Adakan Psychospiritual Class 2.0

SHARE:  

Humas Unimal
Himapsi Unimal Adakan Psychospiritual Class 2.0

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh menggelar Psychospiritual Class 2.0 secara daring melalui Zoom, Minggu (12/7), dengan mengusung tema "Muhasabah Muharram: Berdamai dengan Masa Lalu, Menyambut Masa Depan."

Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja Himapsi periode 2026/2027 tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan masyarakat umum. Selain menjadi wadah refleksi diri, kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan Mata Kuliah Parenting di Program Studi Psikologi Unimal.

Ketua Panitia, Wibbyka Andine Saragih, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental yang selaras dengan penguatan nilai-nilai spiritual, khususnya dalam momentum Tahun Baru Islam.

Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Pembina Himapsi Muhammad Fikri Jaka Pratama M.Psi, Sekretaris Jurusan Psikologi Dwi Iramadhani M.Psi Psikolog, serta Ketua Program Studi Psikologi Yulia Nanda Safitri M.Psi.

Dalam kesempatan tersebut, Himapsi menghadirkan Nur Aynun S.Psi, sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa muhasabah merupakan proses refleksi diri yang dapat membantu seseorang menerima pengalaman hidup, membangun self-compassion, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan dengan lebih optimistis.

"Kalau ingin hidup tenang, kita harus belajar untuk berdamai dengan masa lalu," kata Aynun saat menyampaikan materi.

Menurutnya, berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakan pengalaman yang pernah dialami, melainkan menerima kenyataan, memaafkan diri sendiri maupun orang lain, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran berharga untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.

Materi yang disampaikan berlangsung interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan mengajukan berbagai persoalan seputar kesehatan mental, proses penerimaan diri, hingga upaya menjaga keseimbangan antara kehidupan psikologis dan spiritual.[]


Kirim Komentar