Mahasiswa KKN Unimal Kenalkan Angka kepada Anak TK Lewat Permainan Edukatif

SHARE:  

Humas Unimal
Anak-anak TK Sejahtera belajar sambil bermain melalui aktivitas meronce pipet dan tali bersama mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 23 di Nisam, Aceh Utara, (27/08/2026).

UNIMALNEWS | Krueng Geukueh – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 23 mengajak anak-anak TK Sejahtera Kecamatan Nisam, Aceh Utara belajar mengenal angka melalui permainan edukatif. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah, Kamis (27/8/2026), dikemas dengan konsep belajar sambil bermain agar anak-anak lebih mudah memahami materi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memanfaatkan sejumlah media sederhana, seperti dadu, kartu angka, pipet, gambar, dan tali. Penggunaan media tersebut dirancang untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus melatih kemampuan motorik, konsentrasi, dan daya ingat anak.

Anak-anak diajak mengenal simbol angka melalui permainan menggunakan dadu. Mereka diminta menghitung jumlah mata dadu yang muncul, kemudian memilih simbol angka yang sesuai dengan hasil hitungan tersebut.

Metode tersebut membuat anak-anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengamati, menghitung, memilih, dan mencocokkan angka melalui permainan.

Selain mengenal angka, mahasiswa KKN juga mengajak anak-anak melakukan aktivitas meronce. Dalam permainan ini, anak-anak memasukkan potongan pipet ke dalam tali berdasarkan pola atau gambar yang telah disiapkan.

Aktivitas meronce tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melatih koordinasi antara mata dan tangan serta keterampilan motorik halus anak. Mahasiswa memberikan arahan secara bertahap dan mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.

Salah seorang anggota KKN Unimal Kelompok 23, Tiara Ramadhani, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membantu anak-anak mengenal bentuk angka sekaligus mengembangkan keterampilan mereka melalui aktivitas bermain.

“Kegiatan ini dilakukan karena anak TK Sejahtera sering menyebutkan angka 1 sampai 10, tetapi belum mengetahui simbol angka yang mereka sebutkan, misalnya angka 5 bentuknya seperti apa. Dengan kegiatan ini, anak-anak dapat belajar mengenal angka sambil bermain,” ujar Tiara.

Menurutnya, pendekatan melalui permainan dipilih karena sesuai dengan karakteristik anak usia taman kanak-kanak yang cenderung lebih mudah menerima pembelajaran melalui aktivitas yang menyenangkan dan melibatkan mereka secara langsung.

Guru TK Sejahtera, Aidiah, mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai penggunaan media permainan mampu meningkatkan ketertarikan dan keaktifan anak selama mengikuti proses belajar.

“Anak-anak terlihat antusias mengikuti permainan. Media seperti dadu, angka, dan pipet membuat pembelajaran menjadi lebih menarik bagi mereka,” kata Aidiah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat memberikan pengalaman belajar yang positif bagi anak-anak sekaligus menjadi alternatif dalam memperkenalkan konsep dasar pembelajaran melalui media sederhana yang mudah digunakan.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar